HaloJember – Memasuki hari kedua pasca gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,6 yang mengguncang perairan Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4) dan Jumat (3/4) pagi, situasi di lokasi terdampak masih dalam fase tanggap darurat intensif.
Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, dan BPBD bergerak cepat melakukan penyisiran dan evakuasi di titik-titik dengan tingkat kerusakan bangunan tertinggi.
Fokus Evakuasi Bangunan Rusak
Berdasarkan pantauan, salah satu titik evakuasi utama berada di kawasan Gedung KONI Sulawesi Utara, Manado, yang mengalami kerusakan cukup serius dengan sebagian struktur runtuh.
Baca Juga: Ambruknya Gedung KONI hingga Satu Orang Tewas Akibat Retuntuhan saat Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Alat berat mulai dikerahkan untuk membersihkan puing-puing bangunan yang menimbun akses jalan serta memprioritaskan pencarian korban di bawah reruntuhan.
"Fokus kami hari ini adalah memastikan tidak ada lagi warga yang terjebak di bawah bangunan yang rusak ringan hingga berat," ujar juru bicara SAR dalam keterangannya, Kamis.
Petugas juga melakukan pemeriksaan keamanan terhadap bangunan sarana publik seperti rumah sakit, sekolah, dan tempat ibadah yang terdampak di wilayah Ternate dan Bitung untuk mencegah bahaya susulan.
Baca Juga: Air Laut Sempat Pasca Gempa, Warga Panik Takut Ada Tsunami, Namun Ombaknya Kecil
Kondisi Pasca Gempa dan Korban
BNPB mencatat setidaknya satu warga dilaporkan meninggal dunia di Manado akibat tertimpa reruntuhan, sementara beberapa lainnya luka-luka.
Meski peringatan dini tsunami telah dicabut oleh BMKG setelah pemantauan intensif, kepanikan masih terasa di sebagian warga yang berada di kawasan pesisir, terutama karena adanya beberapa gempa susulan.
Warga yang bangunan rumahnya mengalami kerusakan berat, baik ringan hingga sedang, dilaporkan telah dievakuasi ke tempat pengungsian mandiri yang lebih aman.
Baca Juga: Tanda-tanda Gempa Bumi Dahsyat Sebelum Terjadi dan Membuat Banyak Fasilitas Rusak dan Orang Tewas
Instruksi Tanggap Darurat
Pemerintah Pusat melalui BNPB telah mendesak pemerintah daerah terdampak untuk segera menetapkan status tanggap darurat.
Kepala BNPB juga langsung diterjunkan ke Sulawesi Utara untuk memimpin operasi penanganan, memastikan logistik, dan memberikan bantuan penggantian bagi aset warga yang rusak.
"Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Kami meminta warga tidak kembali ke bangunan yang terdampak hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh instansi teknis," tutur BNPB dalam himbauannya.
Saat ini, patroli keamanan juga ditingkatkan untuk menjaga situasi kondusif di wilayah terdampak serta memastikan penyaluran bantuan darurat berjalan lancar.
Editor : Hariri HJ