Halojember – Lagu viral dengan penggalan lirik “Paman dari mana? Dari ibu kota” tengah ramai digunakan warganet di berbagai platform media sosial.
Audio tersebut banyak dipakai sebagai backsound konten di TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts.
Lagu ini dikenal luas dengan sebutan “Paman dari Mana”. Padahal, judul aslinya adalah Kosong.
Baca Juga: Lirik Lagu Barasuara Terbuang dalam Waktu yang Menjadi Soundtrack Film Sore: Istri dari Masa Depan
Lagu tersebut diunggah melalui akun YouTube Societeit De Harmonie dengan judul “KOSONG” (Paman dari Mana) - Societeit De Harmonie ft Natasya Elvira Live at Sowan Jogja Tour Day 3.
Video yang viral dan dijadikan potongan itu diambil dari unggahan pada 7 Mei 2026. Hingga Rabu (13/5) petang, unggahan tersebut telah ditonton sebanyak 409.238 kali.
Jumlah penonton terus bertambah seiring viralnya potongan lirik lagu ini di media sosial.
Baca Juga: Lirik Lagu Gaze Adhitya Sofyan, Soundtrack Film Sore: Istri dari Masa Depan
Lagu Kosong dibawakan oleh Societeit De Harmonie berkolaborasi dengan Natasya Elvira.
Berikut lirik lengkap lagu Kosong (Paman dari Mana) yang sedang viral:
KOSONG
Paman darimana?
Dari ibu kota
Paman bawa apa?
Bawa cita-cita
Cita-cita apa?
Jadi orang kaya
Kenapa ke desa?
Paman gagal kaya
Reff:
Debu dan suara menderu2, ingatkan aku padamu
Pahit dan elegi cemari mimpi
Nikmati kosong dan memulai kembali
Paman sedang apa?
Susun cita-cita
Cita-cita apa?
Jadi orang biasa
Biasa gimana?
Biasa berkarya
Kenapa ke desa?
Sesak benar di kota
Reff:
Debu dan suara menderu2, ingatkan aku padamu
Pahit dan elegi cemari mimpi
Nikmati kosong dan memulai kembali
Nikmati kosong dan memulai kembali
Nikmati kosong dan memulai kembali
Baca Juga: Lirik Lagu Nemen dari NDX A.K.A
Penggalan lirik “Paman gagal kaya” menjadi bagian yang paling sering digunakan oleh warganet.
Tak kalah populer, bagian “Nikmati kosong dan memulai kembali” juga ramai dijadikan audio untuk berbagai konten reflektif di media sosial.
Popularitas lagu ini membuat nama Societeit De Harmonie dan Natasya Elvira semakin banyak diperbincangkan penikmat musik Indonesia.*
Editor : Sidkin