HALOJEMBER – Suasana duka yang mendalam tengah menyelimuti seluruh civitas akademika Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember.
Rektor mereka, Prof. Dr. H. Hepni, S.Ag., M.M., CPEM., dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (19/6/2026) dini hari setelah sempat menjalani perawatan medis.
Kepergian sosok pemimpin visioner yang mendadak ini menyisakan kesedihan luar biasa bagi para dosen, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat di Kabupaten Jember.
Baca Juga: Pintu Rumah Selalu Terbuka, Sisi Lain Prof Hepni Rektor UIN KHAS Jember yang Dikenal Banyak Orang
Di samping dedikasinya yang luar biasa dalam membenahi tata kelola kampus dan mendongkrak kualitas akademik, Prof.
Hepni juga dikenal luas sebagai seorang dai yang aktif. Beliau konsisten memberikan pencerahan rohani, baik melalui forum kajian keagamaan tatap muka maupun lewat berbagai platform media digital.
Pesan Menyentuh dari Podcast Terakhir
Sebelum wafat, Prof. Hepni sempat mengisi salah satu konten podcast kajian keagamaan terakhir yang diunggah melalui akun digital resmi milik UIN KHAS Jember.
Baca Juga: Rektor UIN KHAS Jember Prof. Hepni Meninggal Sebelum Subuh, Dunia Pendidikan Berduka
Dalam tayangan tersebut, dia menyampaikan sebuah pesan filosofis yang sangat menyentuh mengenai esensi kehidupan manusia di dunia.
Beliau mengingatkan secara tegas bahwa arah hidup di dunia ini merupakan sebuah pilihan. Oleh karena itu, manusia harus bijak dalam memanfaatkan waktu yang singkat ini.
Prof. Hepni menekankan pentingnya prinsip "hidup sebelum mati"—sebuah ajakan untuk terus menebar manfaat, berbuat baik kepada sesama, dan mengumpulkan bekal amal saleh terbaik sebelum ajal datang menjemput.
Pesan tersebut kini dirasakan bukan sekadar materi kajian biasa, melainkan sebuah warisan spiritual sekaligus "surat wasiat" terakhir yang sangat berharga bagi seluruh keluarga besar kampus dan umat Islam yang mendengarkannya.
Sosok Pemimpin Sederhana yang Dekat dengan Mahasiswa
Sejak resmi dilantik sebagai Rektor UIN KHAS Jember, putra kelahiran Sumenep ini dikenal sebagai figur yang sangat bersahaja dan tidak pernah menjaga jarak dengan bawahannya. Kalangan dosen mengenangnya sebagai sosok guru sekaligus ayah yang selalu menanamkan optimisme dalam pengabdian.
Baca Juga: Muktamar 2026: Benarkah NU Terlalu Dekat dengan Negara? Opini ole Prof Hepni, Rektor UIN KHAS Jember
Sementara itu, di mata para mahasiswa, Prof. Hepni adalah mentor yang selalu membuka ruang diskusi luas dan tak lelah memotivasi generasi muda agar berani bermimpi besar serta mengukir prestasi.
Jenazah almarhum telah disemayamkan dan disalatkan di rumah duka yang berlokasi di kawasan Curah Kendal, Desa Sukamakmur, Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember.
Prosesi pemakaman dilakukan pada Jumat pagi dengan diiringi isolasi doa serta pelepasan dari jajaran guru besar, dosen, mahasiswa, hingga para kiai pesantren yang silih berganti memberikan penghormatan terakhir. Selamat jalan, Prof. Hepni.
Editor : Hariri HJ