Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Patrol Bondowoso, Kesenian Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi, Simak Sejarah dan Maknanya

Sidkin • Minggu, 12 Juli 2026 | 15:06 WIB
BERDENDANG: Sejumlah pemain patrol di membawakan lagu dalam satu acara yang digelar Disparbudpora Bondowoso. (ILHAM WAHYUDI/HALOJEMBER)
BERDENDANG: Sejumlah pemain patrol di membawakan lagu dalam satu acara yang digelar Disparbudpora Bondowoso. (ILHAM WAHYUDI/HALOJEMBER)

BONDOWOSO, halojember – Di tengah derasnya arus modernisasi, alunan musik Patrol masih setia menggema di berbagai penjuru Bondowoso. Dentuman gendang, lengking terompet, hingga irama kenong masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, terutama saat Ramadan dan berbagai perayaan budaya.

Tak sekadar menjadi hiburan, Patrol telah menjelma sebagai salah satu identitas budaya Bondowoso yang diwariskan lintas generasi.

Kesenian tradisional ini bahkan sudah hidup sejak ratusan tahun lalu dan hingga kini masih terus dimainkan dalam berbagai kegiatan masyarakat.

Baca Juga: Saat Denting Lesung Menggema, Ronjengan Hidupkan Kembali Kenangan Warga Desa di Bondowoso

Awalnya, Patrol dikenal sebagai kesenian yang digunakan untuk membangunkan warga saat sahur sekaligus mengingatkan waktu berbuka puasa.

Namun seiring perkembangan zaman, pertunjukan Patrol mulai hadir dalam festival budaya, penyambutan tamu hingga berbagai agenda pemerintahan.

Samsudi, warga Bondowoso, mengatakan Patrol bukan hanya soal musik. Di balik setiap irama yang dimainkan, tersimpan nilai-nilai kebersamaan yang sejak dulu dijaga masyarakat.

Baca Juga: Begini Cara Ronjengan Dimainkan, Kesenian Lesung Khas Bondowoso yang Masih Bertahan

"Patrol bukan sekadar hiburan. Di dalam iramanya tersimpan pesan untuk menjaga persatuan, saling membantu, dan menjunjung tinggi akhlak mulia," ujarnya.

Keunikan Patrol juga terletak pada alat musik yang digunakan. Pertunjukan biasanya memadukan gendang besar dan kecil sebagai pengatur ritme, terompet berbahan logam maupun bambu, kenong, kempul, hingga seruling yang memperkaya melodi.

Perpaduan instrumen tersebut menghasilkan irama yang dinamis. Ada tempo pelan yang menghadirkan suasana khidmat, tetapi tak jarang dimainkan dengan hentakan cepat yang mampu membangkitkan semangat warga ketika berkeliling kampung.

Meski sempat mengalami penurunan peminat akibat perubahan gaya hidup generasi muda, beberapa tahun terakhir Patrol kembali mendapat perhatian. Berbagai komunitas hingga pemerintah daerah mulai aktif menggelar festival dan pembinaan agar kesenian khas Bondowoso ini tetap lestari.

"Jangan sampai hilang. Kalau bisa Patrol tetap ada dan terus berkembang di Bondowoso," pungkas Samsudi. (ham)

Editor : Sidkin
#Patrol Bondowoso #kesenian Patrol #budaya Bondowoso #patrol #bondowoso