BONDOWOSO, Halojember – Pernah mendengar musik Patrol secara langsung? Banyak orang mengaku sulit diam ketika dentuman gendang dan lengking terompet mulai dimainkan. Tanpa disadari, kaki ikut menghentak, kepala mengangguk, bahkan badan bergerak mengikuti irama.
Sensasi itulah yang masih dirasakan banyak warga Bondowoso hingga sekarang. Kesenian tradisional yang sudah diwariskan turun-temurun tersebut memiliki karakter musik yang khas dan mampu membangun suasana kebersamaan.
Muarif, warga Kecamatan Jambesari Darus Sholah, mengaku selalu terbawa suasana setiap mendengar Patrol dimainkan. Menurutnya, irama yang dihasilkan mampu membangkitkan semangat sekaligus menghadirkan kenangan masa kecil.
"Dengarnya saja sudah bikin semangat. Tidak terasa badan ikut goyang sendiri," katanya sambil tersenyum.
Baginya, alunan Patrol juga membangkitkan nostalgia saat kelompok Patrol berkeliling kampung membangunkan warga untuk makan sahur. Tradisi tersebut menjadi salah satu kenangan yang hingga kini masih melekat di ingatannya.
Fenomena itu ternyata juga dirasakan para pemain Patrol. Buhari (32), salah seorang pemain Patrol di Bondowoso, menilai komposisi ritme dalam kesenian tersebut memang memiliki karakter yang mudah diterima telinga.
Menurutnya, perpaduan bunyi gendang, terompet, dan kenong membentuk ritme yang seolah menyatu dengan detak tubuh manusia. Tak heran jika banyak orang spontan ikut menggerakkan badan saat mendengarnya.
"Maka wajar kalau siapa pun yang mendengar Patrol akan terbawa suasana," ujarnya.
Baca Juga: Bule Spanyol Tiba di Jember, Nikmati Musik Patrol di Johar Plaza hingga Berjoget Ria
Berbeda dengan pertunjukan tari yang memiliki gerakan baku, ekspresi penonton Patrol justru muncul secara alami.
Setiap orang bebas menikmati musik dengan caranya masing-masing. Inilah yang membuat Patrol bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga perekat kebersamaan masyarakat Bondowoso hingga sekarang. (ham)
Editor : Sidkin