HALO JEMBER – Minggu – Senin, 23-24 Juni 2024, terdapat Haul Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf atau dikenal Habib Abu Bakar Gresik. Dalam haul tersebut, jemaah dari berbagai daerah juga bisa menikmati hidangan nasi kebuli dan kopi hitam khas Gresik.
Warga Siapkan Nasi Kebuli Berton-ton
Nasi kebuli adalah nasi yang berwarna kuning agak coklat, biasanya disajikan dengan taburan kismis di atasnya. Lauk yang sering jadi pendamping nasi kebuli adalah daging kambing, tapi sebenarnya bisa juga menggunakan daging ayam, daging sapi, dan lain sebagainya. Nasi kebuli terasa sangat gurih disantap tanpa tambahan lauk karena dimasak menggunakan kaldu daging kambing dan susu kambing.
Di Indonesia, warga keturunan Arab sering membuatnya dengan minyak samin, tapi bisa juga diganti dengan mentega murni. Pada pelaksana Haul Habib Abu Bakar Assegaf ini terdapat hidangan yang mantap untuk disantap. Yaitu nasi kebuli.
Menu makanan ini bisa dikatakan makanan khas warga timur tengah ini selalu hadir pada Haul Abu Bakar Gresik. Pada Haul Habib Abu Bakar Assegaf tahun 2022 lalu, warga menyiapkan 4 ton beras untuk dimasak nasi kebuli. Selain itu, juga menyiapkan ratusan ekor kambing yang disembelih sebagai hidangan bersama nasi kebuli.
Pada haul 2022 lalu, nasi kebuli dimakan bersama para jemaah pada hari kedua. "Ada total 4 ton beras dan ratusan ekor kambing yang disembelih. Itu akan dijadikan nasi kebuli untuk jemaah yang hadir. Itu gratis," kata Ketua Panitia Haul, Habib Ali Abu Bakar Assegaf di rumahnya, Kamis (14/7/2022)
Habib Ali menjelaskan 4 ton nasi kebuli itu akan disuguhkan 2,5 ton hari ini saat kegiatan Rouhah dan Khotmil Ihya 'Ulumuddin di kediaman Habib Abu Bakar Assegaf. Sisanya akan dibagikan, hari kedua yaitu Sabtu 16 Juli 2022. Yaitu setelah kegiatan salat berjamaah, Maulid Nabi Muhammad SAW, ceramah agama dan silaturahmi.
Ada juga video di facebook tentang keseruan makan bersama nasi kebuli saat Haul Habib Abu Bakar Assegaf. Dalam video tersebut, nasi kebuli dinikmati bersama di perkampungan di Gresik, tepatnya di Jalan KH Zubair.
Siapkan Kopi Hitam Gresik
Warga Gresik, Provinsi Jawa Timur cukup antusias menyambut jemaah Haul Habib Abu Bakar Assegaf. Bahkan bantuan dari ibu-ibu PKK Pemkab Gresik membuatkan kopi gratis di beberapa titik sekitar lokasi.
"Memang ini semua untuk menjamu tamu atau jemaah yang hadir dalam haul. Nanti kami juga mendapat bantuan dari ibu-ibu PKK se Gresik yang membuatkan kopi untuk para jamaah. InsyaAllah ini berkah untuk semua," tutur Habib Ali Abu Bakar Assegaf, ketua panita haul pada 2022 lalu.
Kopi yang disuguhkan pun kopi hitam khas Gresik. Kopi itu adalah kopi robusta.
Sejarah Nasi Kebuli
Nasi kebuli memang terpengaruh dari budaya Arab, utamanya dari Yaman, yang merupakan tempat asal nasi kabsah dan nasi mandi. Selain itu, nasi kebuli juga mendapat pengaruh dari nasi biryani ala India.
Penamaan nasi kebuli sendiri berawal dari nasi Afghani dari Afghanistan yang di negara asalnya disebut dengan Kabuli Palaw. Hidangan ini dibawa dari Afghanistan ke Timur Tengah dan Asia Tengah. Di Lebanon juga ada nasi kebuli, tapi sudah disesuaikan dengan cita rasa lokal sehingga sudah agak berbeda dari nasi kebuli yang kita kenal di Indonesia. Di Afghanistan, nasi kebuli biasa disajikan di hari-hari besar agama Islam.
Di Indonesia, nasi kebuli diperkenalkan oleh warga keturunan Arab yang menetap di tanah air, terutama yang tinggal di Batavia. Warga keturunan Arab tinggal bercampur dengan suku Betawi sehingga hidangan ini populer di tengah warga Betawi. Tak heran, di Jakarta ada cukup banyak rumah makan khusus nasi kebuli di kawasan yang banyak dihuni orang keturunan Arab dan Betawi.
Editor : Halo Jember