HALO JEMBER – Tahun 2024 ini, pemerintah menetapkan akan membuka seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN), baik untuk PPPK dan CPNS. Agar seleksi berjalan lancar dan terhindar dari joki dan lain sebagainya, maka terdapat fitur yang disematkan dalam tes CPNS dan PPPK 2024 ini. Yaitu, identifikasi wajah (face recognition).
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Abdullah Azwar Anas mengumumkan, terdapat 1.289.824 formasi yang tersedia untuk CASN 2024.
“Pelaksanaan seleksi CASN 2024, rencananya akan dilaksanakan mulai Juni atau Juli setelah instansi menerima Surat Keputusan Menteri PANRB terkait penetapan kebutuhan atau formasi pegawai ASN,” kata Anas, dalam keterangan resmi seperti dikutip menpan.go.id pada Kamis (9/5/2024).
Kementerian PAN-RB menerangkan, jumlah formasi total yang dibutuhkan terbagi menjadi 427.650 formasi pada instansi pusat, yakni 207.247 CPNS dan 221.936 PPPK. Untuk alokasi formasi instansi daerah, mencapai 862.174 formasi. Jumlah pelamar melalui jalur CPNS mencapai 945.404, sedangkan pelamar PPPK guru mencapai 439.020 orang.
Face Recognition
Haryomo Dwi Putranto, Plt Kepala BKN, seperti dilaporkan bkn.go.id, Jumat (19/1/2024) menjelaskan, dalam pelaksana seleksi CASN baik CPNS ataupun PPPK, pihaknya selalu melakukan evaluasi. Pada seleksi CASN 2023, BKN melakukan sejumlah perbaikan pada seleksi tahun ini. Perbaikan tersebut terutama berdasarkan sejumlah temuan lapangan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CASN 2023.
Temuan tersebut antara lain:
- Pada tahap seleksi administrasi, panitia seleksi (pansel) instansi tidak akurat saat memverifikasi kualifikasi pendidikan, ada sertifikasi yang tidak valid, pengalaman kerja, dan NIK yang tidak ditemukan.
- Pada fase pelaksanaan seleksi masih ditemukan praktik joki.
- Pada fase hasil seleksi, pansel instansi juga tidak akurat dalam pelaksanaan seleksi kompetensi teknis tambahan (SKTT).
“Tidak hanya itu, sejumlah tahap verifikasi juga terhambat karena terbatasnya kapasitas fasilitas kesehatan untuk memeriksa peserta yang lulus. Khususnya itu terjadi di daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T),” kata Haryomo seperti dilaporkan setkab.go.id, Jumat (19/1/2024).
BKN juga terus berupaya meningkatkan sistem teknologi seleksi aparat pemerintahan. Pada program CASN 2024 kali ini, teknologi face recognition akan diterapkan untuk mendeteksi wajah peserta rekrutmen CPNS maupun PPPK.
Baca Juga: KPK Beber Modus Korupsi Anggota Dewan Sindir Soal Jual Beli Jabatan Kepala hingga Bancakan Bansos
Teknologi ini diterapkan mulai dari proses pendaftaran hingga pengerjaan soal tes CASN 2024. Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas dalam seleksi CASN akan lebih terjaga. Selain itu, soal tes CASN 2024 telah dirancang secara detail untuk mencari lulusan terbaik.
Menteri Anas juga mengingatkan calon peserta CASN 2024 untuk tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan, karena seluruh rangkaian proses rekrutmen telah mengadopsi teknologi canggih untuk menghindari kecurangan.
"Sekarang kami pasang face recognition, pada saat pendaftaran serta saat mengerjakan soal di komputer masing-masing, juga pakai teknologi itu. Sekarang dengan face recognition pelaksanaan CASN 2024 akan lebih terjaga,” kata Anas pada Jumat (3/5/2024), kepada wartawan.
Periode dan Jadwal Seleksi
Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara atau SIASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) menunjukkan, sebanyak 602 instansi pemerintah telah menyerahkan rincian kebutuhan ASN mereka. Total persetujuan prinsip jumlah formasi yang dibutuhkan mencapai 2,3 juta ASN yang dipenuhi secara bertahap.
“Untuk mengakomodir formasi tersebut, BKN melaksanakan Seleksi CASN 2024 dilakukan sebanyak tiga periode,” ujar Haryomo Dwi Putranto, Plt Kepala BKN, seperti dilaporkan bkn.go.id, Jumat (19/1/2024).
Pengumuman, seleksi administrasi, seleksi ASN dan seleksi kedinasan, lanjut Haryomo, pada periode I telah dimulai pada minggu ketiga Maret 2024. Pada periode kedua akan dilaksanakan pada Juni 2024. Kemudian pada periode ketiga, akan dilaksanakan pada Agustus 2024.
Berikut ini daftar kebutuhan masing-masing sektor pemerintahan:
- pemenuhan SDM talenta digital untuk penempatan di IKN sebanyak 2.906 formasi
- pemenuhan talenta digital pemerintah daerah sebanyak 19.817 formasi
- SDM Aparat pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebesar 794, terdiri atas 491 auditor dan 301 Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan di Daerah (P2UPD).
- pemenuhan SDM yang akan ditempatkan di IKN sebanyak 71.643 formasi, yang terdiri dari 14.114 CPNS dan 57.529 PPPK.
- penerimaan CPNS pada delapan instansi penyelenggara sekolah kedinasan dengan alokasi 3.445 formasi, yakni Politeknik Keuangan Negara STAN, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN), Politeknik Statistika STIS, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan dan Politeknik Imigrasi, serta 22 sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan, dan Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.