Populasi Penyu Menurun. KKP bersama WWF Indonesia dan Yayasan Taka Luncurkan Publikasi Ilmiah

Dwi Siswanto • Dipublikasikan Selasa, 18 Juni 2024 | 00:25 WIB
Gambar penyu dan jadi cover prosiding diterbitkan melalui situs web Kementerian dan Kelautan Indonesia.
Gambar penyu dan jadi cover prosiding diterbitkan melalui situs web Kementerian dan Kelautan Indonesia.

HALO JEMBER - Populasi penyu di dunia telah dilaporkan menurun sejak beberapa dekade  lalu. Ada tujuh spesies penyu di dunia yang masuk dalam daftar merah (red list) oleh regulasi  IUCN dengan status terancam punah, langka, dan rentan, kecuali penyu pipih (Natator depressus).  

Di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan aturan perlindungan penuh pada jenis-jenis penyu  yang tercantum pada UU No. 5 Tahun 1990.

Kemudian, Pemerintah Indonesia juga telah  menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) konservasi penyu skala nasional melalui Keputusan  Menteri Kelautan dan Perikanan No, 65 Tahun 2022, sebagai rujukan pengelolaan penyu di  Indonesia. 

Namun, adanya isu dan tantangan perburuan, perdagangan dan konsumsi produk-produk turunan  penyu, habitat kritis yang terancam, adanya penyu sebagai tangkapan tidak disengaja (bycatch) dan kejadian terdampar, serta tidak teraturnya implementasi kebijakan pengelolaan penyu yang  berkelanjutan, menjadi penting untuk ditemukan solusinya.

Sehingga hal ini mendorong  Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia bersama Yayasan WWF Indonesia dan  Yayasan Taka menyelenggarakan simposium penyu pada tahun 2023 lalu untuk mendapatkan  rekomendasi dari berbagai pihak dan menemukan hasil kajian sebagai referensi untuk pengelolaan  penyu sebagai spesies yang dilindungi. 

Jaring yang kerap menjerat penyu dan ditunjukan dalam acara publikasi ilmiah tentang penyu yang digelar KKP dengan WWF
Jaring yang kerap menjerat penyu dan ditunjukan dalam acara publikasi ilmiah tentang penyu yang digelar KKP dengan WWF

Berdasarkan hasil dari simposium tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan meluncurkan 26  makalah yang diterbitkan pada Proceeding 2023 Indonesia Sea Turtle Symposium: and the  Greater Coral Triangle Region “The Pathways of Sea Turtle Conservation and Studies in  Indonesia and the Greater Coral Triangle Region: Progress, Current Status and Future  Directions. Prosiding ini diterbitkan melalui situs web Kementerian dan Kelautan Indonesia.

Dimana dokumen tersebut dapat diunduh pada tautan berikut secara gratis 

https://sidakokkhl.kkp.go.id/storage/documents/Prosiding%20v.02%20(A4).pdf 

Baca Juga: Simak 10 Keistimewaan Unta. Hewan Spesialis Gurun Pasir Arab Saudi

Victor Gustaf Manopo, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP mengatakan, ”Prosiding  ini diharapkan dapat menghadirkan hasil-hasil penelitian terbaru mengenai keberadaan penyu di  wilayah segitiga karang dunia, khususnya di perairan Indonesia”.

Pada prosiding ini memuat lima tema makalah yang telah melalui proses evaluasi penyunting dan  perbaikan oleh penulis sesuai saran penyunting serta dinyatakan layak untuk terbit di prosiding. 

Baca Juga: Cara Menjadi Dewasan. Ini Menurut Psikolog RS Bina Sehat Jember

 

Dari lima tersebut, terdapat 10 makalah yang membahas status populasi dan habitat kritis penyu.

1 makalah yang membahas mengenai isu perikanan (bycatch) dan kejadian terdampar, 12 makalah  tentang aspek pengelolaan dan kebijakan, serta 3 makalah mengenai isu sosial dan ekonomi  konservasi penyu. 

“Kami berharap hasil dari simposium yang dimuat dalam prosiding penyu ini tidak hanya menjadi  sumber pengetahuan berharga, tetapi juga dapat memotivasi langkah-langkah konkret dalam  melindungi dan melestarikan keberlanjutan penyu, serta menginspirasi inovasi baru dalam  penelitian dan kebijakan perlindungan penyu ini”, ungkap Imam Musthofa Zainudin, selaku  Direktur Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia. 

Baca Juga: 7 Ajaran Syekh Siti Jenar. Berikut Penjelasannya.

Selanjutnya, dengan adanya prosiding atau publikasi ilmiah ini, Yayasan WWF Indonesia akan terus mendukung usaha  pemerintah Indonesia dalam pengelolaan penyu yang efektif, terutama dalam pengurangan  ancaman pada penyu dari perburuan, bycatch, maupun perdagangan ilegal.

 

Baca Juga: Daging Kambing Jadi Kambing Hitam untuk Koresterol dan Darah Tinggi? Ini Penjelasan Dokter Tirta

 

Tentang Yayasan WWF Indonesia 

Yayasan WWF Indonesia adalah organisasi masyarakat madani berbadan hukum Indonesia yang  bergerak di bidang konservasi alam dan pembangunan berkelanjutan, dengan dukungan lebih dari  100.000 suporter.

Misi Yayasan WWF Indonesia adalah untuk menghentikan penurunan kualitas  lingkungan hidup dan membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam,  melalui pelestarian keanekaragam hayati dunia, pemanfaatan sumber daya alam terbarukan yang  berkelanjutan, serta dukungan pengurangan polusi dan konsumsi berlebihan. 

 

Editor : Dwi Siswanto
kementerian kelautan dan perikanan penyu yayasan taka indonesia kkp wwf indonesia