HALO JEMBER – Sapi berwarna putih tidak asing di Indonesia. Masyarakat Indonesia pun juga banyak yang memelihara sapi berkulit putih. Bahkan, dalam moment Idul Adha juga banyak sapi berkulit putih diqurbankan.
Namun, berbeda dengan Vatiana-19. Sapi berwarna putih tersebut cukup menyita banyak pihak. Bagaimana tidak, dalam hidupnya Vatiana-19 layaknya orang penting ataupun presiden.
Sebab, sapi dari peternakan Brazil ini memiliki pengawal bersenjata. Setiap pergerakannya pun diawasi CCTV. Bahkan, memiliki dokter hewan pribadi.
Sapi betina berbobot badan 1.100 kilogram dan berkulit putih, nilainya mencapai 21 juta real Brasil, atau setara Rp 64,8 miliar. Inilah yang membuat Vatiana menjadi sapi termahal di dunia.
Vatiana adalah sapi jenis Nelore yang berusia empat setengah tahun. Namanya mencuat, karena ini, sepertiga dari kepemilikan sapi tersebut dijual pada lelang di Arandú, Brasil, seharga sekira Rp 21,8 miliar. Sehingga nilai totalnya mencapai US$4,3 juta.
Melansir Dunyanews, Viatina-19 FIV Mara Imóveis telah dinobatkan sebagai sapi termahal di dunia tahun lalu. Ketika setengah dari kepemilikannya dilelang dengan harga sekitar USD 800.000, yang merupakan harga pemecahan rekor lainnya pada saat itu.
Transaksi yang memecahkan rekor ini menunjukkan kualitas genetik breed sapi Nelore, serta permintaan akan hewan berkualitas tinggi dengan karakteristik genetik yang luar biasa.
Harga Viatina-19 FIV Mara Imóveis dianggap sebagai tonggak sejarah baru bagi Nelore, jenis sapi yang sangat dihargai di seluruh dunia karena kualitasnya.
Sapi jenis Nelore yang ditandai dengan bulu putih cerah, kulit longgar, dan punuk bulat besar di atas bahu mereka, terutama dikenal karena ketahanannya yang tinggi terhadap cuaca panas.
Sapi Nelore
Dilansir dari Wikipedia, Sapi Nelore atau Nellore berasal dari sapi Ongole (Bos indicus).
Aawalnya dibawa ke Brazil dari India. Mereka diberi nama setelah distrik Nellore di negara bagian Andhra Pradesh di India.
Nelore memiliki punuk besar di bagian atas bahu dan leher. Mereka memiliki kaki panjang yang membantu mereka berjalan di air dan saat merumput.
Nelore dapat beradaptasi dengan semua iklim, kecuali iklim yang sangat dingin. Mereka sangat tahan terhadap suhu tinggi dan memiliki ketahanan alami terhadap berbagai parasit dan penyakit.
Brasil adalah peternak Nelore terbesar. Nelore memiliki telinga terpendek dari sebagian besar tipe Bos indicus.
Sejarah Berkembang Biak
Sepasang Sapi Ongole pertama tiba di Brazil dengan kapal pada tahun 1868, di Salvador, Bahia. Manoel Ubelhart Lemgruber, dari Kebun Binatang Rio de Janeiro, membeli dua lagi dari Kebun Binatang Hamburg pada tahun 1878.
Impor terbaru dari India berjumlah seratus hewan pada tahun 1960an. Buku kawanan Nelore didirikan pada tahun 1975.
Pada dekade pertama abad kedua puluh, sapi jenis zebu yang disukai di Brasil adalah Indubrasil atau Indo-Brasil, namun sejak tahun 1960an dan seterusnya, Nelore menjadi jenis sapi utama di Brasil. Hal itu karena sifatnya yang tahan banting, tahan panas.
Saat ini lebih dari 80% sapi potong di Brasil (sekitar 167.000.000 ekor) adalah sapi Nelore. Ini menjadikan mereka ras mayoritas di Brasil. Sapi jantan jenis ini telah diekspor ke banyak negara lain.
Editor : Dwi Siswanto