Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Lindungi Akidah Anak dari Pengaruh Teknologi

Alvioniza • Rabu, 19 Juni 2024 | 15:00 WIB
Photo
Photo

“Walaupun Bandealit ini sudah direncanakan akan dimasuki listrik dan telekomunikasi oleh Pemerintah Jember, namun apakah akidah anak dapat dipertahankan?”

KIAI HAJI AHMAD TAUFIQ ANWAR
Pengasuh Yayasan Alfalah, Dusun Bandealit, Desa Andongsari, Kecamatan Tempurejo

 

HALOJEMBER.COM - Derasnya arus teknologi informasi yang telah menjejali benak dan pikiran anak perlu diantisipasi.

Sebab, tidak semuanya selaras dengan kearifan lokal yang berkembang di masyarakat. Apalagi, tidak semua pengguna teknologi memiliki keadaban digital yang mampu menyaring informasi.

Perpaduan antara rendahnya literasi digital dan keadaban digital dengan tingginya tingkat penetrasi internet inilah yang memicu timbulnya banyak persoalan.

Salah satu persoalan yang ditimbulkan adalah rusaknya karakter dan akidah pada anak-anak.

Pengasuh Yayasan Alfalah Kiai Ahmad Taufiq Anwar mengatakan, kehadiran institusi pendidikan yang mengajarkan akidah dan akhlak pada anak begitu penting.

Sebab, hal ini akan menjadi tameng untuk mengantisipasi dominasi teknologi yang masuk.

“Lembaga pendidikan ini harus mengambil bagian untuk melindungi mereka,” ujarnya di Masjid Alfalah Bandealit dalam khotbah Idul Adha.

Pihaknya juga menekankan agar peran orang tua dimaksimalkan untuk mendidik anaknya. Apalagi kampungnya yang terletak di Dusun Bandealit, Desa Andongrejo, Kecamatan Tempurejo, akan dimasuki telekomunikasi.

“Walaupun Bandealit ini sudah direncanakan akan dimasuki listrik dan telekomunikasi oleh Pemerintah Jember, namun apakah akidah anak dapat dipertahankan?” terangnya.

Dirinya memberi catatan, apabila anak sudah terpengaruh dengan dominasi teknologi, seperti kecanduan main game dan aplikasi lainnya, maka orang tua dapat menjelaskan dampaknya.

Sebab, ada beberapa anak yang tidak memperhatikan penjelasan gurunya akibat sibuk bermain game.

“Dilihat dari aspek ini saja, teknologi sudah menjejali benak anak untuk bermalas-malasan,” tambahnya.

Menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika, catatan pada triwulan I tahun 2023 telah mengidentifikasi sebanyak 425 isu hoax yang beredar di website dan platform digital.

Dirinya menyebut, anak-anak yang mencintai agamanya sejak dini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun peradaban selanjutnya.

Oleh karena itu, tak hanya orang tua dan guru yang memberikan pengajaran, tapi lingkungan sekitar juga harus positif, “Tak terbayangkan, lima tahun ke depan kampung ini sudah seperti apa bila generasinya tidak diperhatikan secara baik,” pungkasnya. (mg1/c2/fid)

 

Editor : Halo Jember
#jember #teknologi