HALO JEMBER – Gresik Berhias Iman, tagline ini melekat untuk Kabupaten Gresik Jawa Timur. Bagaimana tidak, di Gresik banyak terdapat ulama yang dimakamkan di sana.
Di samping itu, Gresik juga dikagetkan dengan gempa bawean pada April 2024. Gempa yang berada di Pulau Bawean itu memiliki kekuatan dengan magnetudo 5,6 skala richter.
“Gempa dangkal yang pertama. Kejutan, ini membingungkan. Sistem mencatat kedalaman sekitar 11 kilometer. Melihat karekter gelombang yakin ini shallow crustal (kerak dangkal),” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono dalam webinar bertema Gempa Bawean Jawa Timur yang diselenggarakan Teknik Geodesi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim pada Sabtu (27/4/2024).
Wilayah utara Jatim, katanya, secara geologi dan tektonik berpusat di zona sesar tua pola Meratus. Gempa bawean 5,9 SR da 6,5 SR diduga dipicu sesar Muria. “Jika melihat episenter gempa Bawean terletak tepat di jalur sesar Muria di laut. Jalur Sesar berada di zona tua pola Meratus,” ujarnya.
Penyelidik utama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geolog (PVMBG) Supartoyo menyebutkan, gempa di Bawean tergolong gempa bumi yang unik. Karena terjadi pada struktur geologi atau sesar tua yang mengalami reaktivasi. “Gempa bumi yang unik. Sangat jarang terjadi,” katanya.
Peneliti di Pusat Riset Sumber Daya Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Susilohadi menjelaskan struktur geologi dangkal di perairan Jawa Timur. Struktur terbentuk dari fragmen kerak benua yang menyatu. Di laut Jawa ada fragmen yang menyatu pada zaman kapur. “Struktur masih bisa diamati sampai sekarang,” katanya.
Susilohadi melakukan penelitian pada 1990-2012 dengan metode seismik refraksi. Hal itu bertujuan untuk menentukan struktur geologi dangkal. Penelitian menggunakan kapal geomarin I Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan Kementerian ESDM.
Penetrasi di kedalaman 300 meter pada sesar dangkal di Selat Jawa dan Madura. Mulai Karimunjawa, meliputi sesar Muria, sesar Bawean, Tuban, Madura, lipatan dangkal di selat Madura.
“Struktur geologi dangkal di sekitar sesar Muria, barat Bawean. Energi yang dikumpulkan cukup lama. Dicurigai aktif. Diduga, keberadaaan Gunung Muria terkait sesar Muria,” katanya.
Sesar Muria pula yang menyebabkan turunnya tanah di pantai utara Jawa Tengah. Sehingga pada 2020 pantai sejauh 1,5 mil dari garis pantai tergenang. Juga menyebabkan banjir di Kota Tua Semarang.
Batuan yang tersingkap di Karimunjawa, dengan sedimen yang mengalami penurunan. Sangat mungkin terkait sesar Muria. Sesar Bawean aktif sampai awal zaman pleistosen yakni dalam rentang 1,8 juta atau 1,6 juta tahun hingga 10 ribu tahun lalu.
“Di Selat Madura ada beberapa sesar aktif, terbentuk lipatan muda. Praktis, struktur aktif di Jatim sangat kompleks,” katanya.
Sesar di Jatim dikelompokkan ada yang ber arah timur laut dan barat timur, yang mendekati pantai Jatim sampai selat Madura.
Baca Juga: Mengintip Pesona Pulau Bawean Surga Tersembunyi di Gresik
Supartoyo menyebut gempa di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan pada 13 Februari 2023 juga bersumber dari sesar tua yang mengalami reaktivasi. Sangat jarang terjadi. Lokasi pusat gempa berada di zona sesar Pola Meratus. Informasi penduduk setempat, gempa serupa terjadi sekitar 55 tahun lalu. “Sesar muda dipatau dan diamati, sedangkan sesar tua jangan dilupakan,” ujarnya.
Tim Survei Gempa Bawean ITS, Kadek Hendrawan Palgunadi menuturkan ITS tengah melakukan riset dan studi komprehensif atas gempa dan potensi siesmik di Jatim. Penelitian dengan machine learning untuk menentukan karakterisasi gempa. Gempa Bawean kemungkinan mentransfer stress besar sehingga berbahaya bagi sesar di sekitarnya. Sehingga diperlukan mitigasi di sesar sekitarnya.
Editor : Halo Jember