“Kami targetkan agar Jember mampu mengantarkan calon tenaga kerja menjadi tenaga kerja kompeten dan profesional.”
SUPRIHANDOKO
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember
HALOJEMBER.COM- Lowongan kerja yang tersedia di Jember belum banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Diketahui, ada ribuan lowongan pekerjaan yang tersedia.
Namun, karena sumber daya manusia (SDM) yang tidak sesuai kualifikasi, malah diisi warga luar daerah.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember Suprihandoko mengatakan, lowongan kerja di Jember sebenarnya cukup terbuka.
Baik yang bersifat lokal, antardaerah, maupun antarnegara. Namun, hal itu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang mumpuni.
BACA JUGA: Melihat Program Makmur Petrokimia Gresik di Bondowoso
Sementara, kualitas SDM di Jember masih perlu dilakukan peningkatan. Supaya mampu mengisi ruang-ruang kosong tersebut.
“Kami targetkan agar Jember mampu mengantarkan calon tenaga kerja menjadi tenaga kerja kompeten dan profesional,” katanya.
Untuk mencapai hal itu, dia mengaku menggandeng berbagai pihak. Termasuk Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia (Hilsi) dan Forum Komunikasi Jejaring Pemagangan (FKJP).
Hal itu agar lowongan kerja lokal bisa dipenuhi oleh warga Jember, sehingga tidak perlu mencari tenaga kerja luar daerah.
Sejauh ini, masih banyak perusahaan yang tidak bisa menyerap masyarakat lokal, akibat terkendala kompetensi dan keahlian pelamar kerja.
Pria yang akrab disapa Handoko itu juga menyebut, jumlah lowongan kerja yang terbuka untuk masyarakat kurang lebih 2.700 posisi dari 2.513 perusahaan yang tercatat di Disnaker Jember.
Data kebutuhan tenaga kerja itu diketahui atas kerja sama dengan Hilsi dan FKJP. Rata-rata perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja langsung menghubungi dua lembaga tersebut.
Selain itu, ada 400 lowongan kerja antardaerah yang terbuka untuk umum. Namun, untuk menjadi calon tenaga kerja itu, selain diperlukan kualitas SDM yang mumpuni, juga dibutuhkan kepastian kesehatan yang bersangkutan.
Oleh sebab itu, diperlukan medical check up sebelum diberangkatkan untuk bekerja. “Belum lagi lowongan kerja antarnegara yang jumlahnya tidak terbatas,” imbuhnya.
Pada umumnya, SDM di Jember masih perlu ditingkatkan. Baik berupa kompetensi, etos kerja, maupun keberanian untuk saling bersinergi.
Hal itu karena banyaknya aduan dari investor di Jember yang merasa dirugikan karena jumlah produksinya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Padahal di tempat lain, jumlah produksinya bisa lebih banyak ketika ditangani tenaga profesional. “Persoalan ini sedang kami cari solusinya. Termasuk dengan melakukan berbagai pelatihan dan pemagangan,” pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Halo Jember