Beberapa parpol yang telah menurunkan rekomnya sedikit banyak berharap kadernya bisa dilirik dan diusung sebagai bacawabup. Mendampingi legislator DPRD Jatim Fraksi Gerindra itu.
"Kalau keinginan mengusung kader sendiri (sebagai bacawabup, Red) ya, pasti ada, karena stok kader kami juga banyak. Tapi, kami harus introspeksi diri, kami harus berkomunikasi ke parpol-parpol lain, untuk siapa nanti yang dikehendaki menjadi wakilnya," kata Ketua DPD Partai Nasdem Jember Marsuki Abdul Ghafur ketika dikonfirmasi sehari pasca-turunnya rekom penugasan kepada Fawait, Sabtu (22/6).
Menurut Marsuki, rekom penugasan yang diberikan DPP Nasdem memang tidak menyertakan siapa pasangan yang akan mendampingi Fawait.
Oleh sebab itu, DPP memerintahkan untuk melakukan koordinasi kepada bacabup yang diusung dan parpol-parpol yang nantinya tergabung dalam koalisi.
"Contoh, kalau nantinya ada tiga sampai lima parpol yang mengusung Gus Fawait, nah, ini kami akan berembuk bersama. Jadi, kami ditugasi DPP untuk koordinasi dengan calon dan parpol-parpol lain. Tidak tertutup kemungkinan wakil nanti dari Nasdem, juga dari partai lainnya," imbuh Marsuki.
BACA JUGA: Penambahan Pupuk Terlambat, Tidak Semua Petani Bisa Menebus Pupuk Subsidi
Selain Nasdem, PKB juga menyatakan hal serupa. Ketua DPC PKB Kabupaten Jember Ayub Junaedi menyebut, figur bacawabup yang akan dipasangkan mendampingi Fawait bisa lahir dari kader parpol. Salah satunya PKB.
Ayub menegaskan, PKB tidak kekurangan stok kader yang mumpuni untuk diusung sebagai bacawabup. "PKB memiliki banyak kader yang juga siap mendampingi bila dipilih," beber Ayub kepada wartawan, Senin (24/6).
Meski begitu, Ayub menyatakan, mengenai siapa yang layak diusung sebagai bacawabup mendampingi Fawait, tetap harus dibicarakan bersama parpol pengusung.
"(Setelah turunnya rekom, Red) kami diminta segera melakukan konsolidasi dan mengomunikasikan ke seluruh elemen PKB. Dan tentunya untuk wakil, semua juga akan dikomunikasikan dengan partai koalisi," tambah dia.
BACA JUGA: Dewan Sindir Keberadaan PPL Pertanian Jember, Minimal Satu Desa Satu PPL
Lain PKB dan Nasdem, lain pula dengan PKS, yang juga memberikan rekom penugasan kepada Fawait. Ketua DPD PKS Jember Sudiyanto menanggapi sedikit berbeda perihal siapa bacawabup yang dirasa cocok mendampingi Fawait. Dia menyebut, urusan bacawabup itu biasanya diserahkan kepada bacabup yang bersangkutan.
"SK (surat keputusan) rekomendasi PKS hanya ke cabup saja. Untuk bacawabup kami berikan keleluasaan kepada bacabup, karena cawabup membantu bupati dalam mewujudkan visi misinya," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (27/6).
Kendati tak menyodorkan kader sendiri, PKS justru memberikan kriteria yang dirasa ideal mendampingi Fawait yang seorang politikus. Yakni bacawabup dengan latar belakang atau berpengalaman sebagai birokrat.
"Kriteria kami adalah bagaimana cabup ini didampingi oleh tokoh-tokoh birokrasi, yang bisa menjadi tulang punggung roda pemerintahan. Mengerti tata kelola pemerintahan, sesuai kepakaran dan kompetensinya, dalam mewujudkan visi misi untuk masyarakat Jember ke depan," beber Sudiyanto.
Ketua Tim Rolas PAN untuk Pilkada Jember Nyoman Aribowo mengutarakan, rekom PAN yang jatuh kepada Fawait itu bersifat penugasan. Artinya, harus menggalang dukungan koalisi dengan parpol lain. Mencari figur bacawabup serta melakukan konsolidasi politik.
"Makanya, Gus Fawait ditugaskan mencari pasangan agar nanti dikeluarkan rekom resmi secara berpasangan. Melalui surat itu, kami juga diminta berkomunikasi terkait koalisi dan figur bacabup. Sekaligus menyosialisasikan ke ranting-ranting PAN," jelasnya ketika dikonfirmasi, Selasa (2/7).
Fawait sendiri sudah memborong hampir 60 persen rekom parpol parlemen Jember. PKS dengan 6 kursi, PKB 8 kursi, Nasdem 6 kursi, Gerindra 10 kursi, dan PAN 1 kursi. Dengan demikian, total 31 kursi atau mencapai 60 persen dukungan kursi parlemen, dari minimal 20 persen yang dipersyaratkan mencalonkan bupati. Dia tinggal menentukan pasangan dan menggalang koalisi parpol.
Meski Fawait telah menguasai separuh lebih dukungan parpol parlemen, potensi poros koalisi masih sangat terbuka. Sementara, di kubu calon penantang Fawait, Hendy Siswanto dan Faida, hingga Senin (8/7) lalu belum ada satu pun parpol yang berlabuh menurunkan rekomnya. Tersisa PDIP, Golkar, dan PPP. (mau/c2/fid)
Editor : Halo Jember