HALO JEMBER - Media sosial X (dulu Twitter) sedang ramai dengan tagar JusticeForNova yang menjadi topik teratas hingga pagi ini, Rabu (17/7/2024). Lebih dari 20 ribu akun telah mengunggah cuitan dengan tagar tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?
Semua bermula ketika sebuah akun di X membagikan catatan terakhir dari Nova Siswanto, seorang penulis cerita fiksi AU (Alternate Universe) yang terkenal di TikTok dengan nama @mencintaimantan.
Nova menduga bahwa karyanya telah diplagiat oleh akun Brahmana Family (@akararutalaa).
Nova mengunggah catatan tersebut di akun Instagram pribadinya @novaasiswanto, menyatakan bahwa ceritanya di TikTok (@mencintaimantan) telah dijiplak oleh akun @akararutalaa. Pembaca Nova juga menyadari kemiripan cerita tersebut dan ikut berkomentar di unggahannya.
Nova memeriksa akun @akararutalaa dan menemukan banyak kesamaan yang menurutnya terlalu janggal untuk dikatakan kebetulan. Dia kemudian mengumpulkan bukti-bukti kemiripan tersebut dan membeberkannya di media sosialnya.
Baca Juga: VIRAL! Destinasi Wisata Baru Mirip Land of Dawn Dunia Nyata
"Dari premis, adegan, karakter, jadwal posting, semua kesamaan dan kejanggalan itu benar-benar mengusik pikiranku sebagai penulis," tulis Nova.
Di kolom sorotan Instagram pribadinya, Nova juga membeberkan bukti-bukti cerita buatannya yang dibuat sama persis dengan cerita milik akun @akararutalaa.
Dia juga menyebutkan bahwa dia telah mencoba menghubungi @akararutalaa, tetapi tidak mendapatkan jawaban memuaskan. Melalui akun Instagram, @akararutalaa membantah tuduhan tersebut, mengklaim karyanya orisinal dan menyatakan akan menempuh jalur hukum jika namanya terus dikaitkan.
Dalam unggahannya, Aru menyatakan bahwa dia tidak bisa berkomunikasi dengan Nova pada waktu itu karena Nova sedang menjalani operasi jantung. Aru juga mengancam akan membawa kasus ini ke jalur hukum jika namanya terus dikaitkan.
Namun, pada 8 Juli, Nova memposting pernyataan di akun Instagram pribadinya yang mengatakan bahwa dia memang menerima balasan dari Aru, tetapi balasan tersebut tidak menjawab pertanyaannya. Nova juga menyebutkan bahwa dia telah mengirimkan dokumen yang berisi bukti terkait tuduhannya.
Baca Juga: Pantangan Gunung Madyopuro di Film Sekawan Limo. Mirip dengan Larangan Gunung Lawu dan Semeru
Sayangnya, sebelum kasus ini selesai, Nova meninggal dunia karena penyakit jantung yang dideritanya pada 16 Juli. Dalam unggahannya sebelum meninggal, Nova menyatakan bahwa jika terjadi hal yang tidak diinginkan, dia akan menguasakan segala urusan kepada kakaknya dan penerbitnya.
Kematian Nova menarik perhatian banyak orang yang mengecam tindakan plagiarisme tersebut. Mereka beramai-ramai menggunakan tagar JusticeForNova untuk memperjuangkan hak-hak Nova.
"Tarik bukunya, dan stop didistribusikan di semua outlet. Karya hasil plagiasi nggak layak untuk diterbitkan," komen akun @lipmask_ di X.
“Kalo nyontek ide bolehlah. Tapi plagiat? Bahkan sampe alur2nya sama persis? Mending nulis quote aja daripada bikin cerita,” tulis akun @nurul_weye di X.
Banyak yang mendukung Nova dan berharap kasus ini segera mendapatkan keadilan. Tagar JusticeForNova terus menggema di media sosial, menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap hak-hak penulis.
Baca Juga: Tagar Justice For Nova Berbuah Hasil, Penerbit Tarik Buku Plagiat dari Pasaran
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Dwi Siswanto