HALO JEMBER – Pemkab Cirebon, Jawa Barat, memutuskan untuk mengganti nama program SiPEPEK menjadi SiPEPEG.
SiPEPEK, yang merupakan singkatan dari Sistem Pelayanan Program Penanggulangan Kemiskinan dan Jaminan Kesehatan, kini berubah menjadi SiPEPEG, yang berarti SiPEPEK New Generation.
Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan warga kurang mampu di Kabupaten Cirebon.
Keputusan ini diambil setelah nama SiPEPEK viral di media sosial dan menuai kontroversi. Nama SiPEPEK dianggap tidak pantas karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), 'pepek' berarti alat kelamin perempuan.
Namun, dalam bahasa daerah Cirebon, 'pepek' atau 'peupeuk' berarti lengkap atau semuanya ada.
“Saat ini untuk layanan masyarakat berbasis Aplikasi sudah berganti nama menjadi SiPEPEG. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi sistem yang sempat eror saat menggunakan nama SiPEPEK,” ujar Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Pemkab Cirebon, Eka Swandi.
Penjabat Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya, menjelaskan bahwa masyarakat Kabupaten Cirebon tidak mempermasalahkan nama tersebut karena frasa yang digunakan diambil dari bahasa daerah setempat.
“Penulisan katanya mungkin sama tetapi pelafalannya berbeda. Frasa itu artinya lengkap atau semua ada, diambil dari bahasa Cirebon yakni pepek atau pepeg. Penggunaan juga hanya di Kabupaten Cirebon, bukan untuk secara nasional,” kata Wahyu.
“Beda bahasa, beda lafal, bisa berbeda pengertian. Apalagi ini pelafalannya berbeda. Mari kita sama-sama menghargai akar dan budaya bahasa Cirebon sambil tetap menyesuaikan,” ujarnya.
Selain SiPEPEK, ada beberapa program pemerintah dengan nama yang dianggap nyeleneh dan kontroversial, seperti SITHOLE (Sistem Informasi Konsultasi Hukum Online) dan SISKA KU INTIP (Sistem Integrasi Kelapa Sawit-Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Inti-Plasma).
Meskipun nama-nama tersebut memiliki konotasi yang tabu, semua program ini bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Baca Juga: Puskemas Bengkulu Klarifikasi Makna ‘Aplikasi Jebol Ya Mas
Dengan adanya perubahan nama ini, diharapkan layanan dan program pemerintah dapat terus memberikan manfaat yang maksimal bagi warga Kabupaten Cirebon.
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Dwi Siswanto