Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Picu Kematian di Brasil. Apa Itu Virus Oropouche dan Gejalanya?

Dwi Siswanto • Jumat, 2 Agustus 2024 | 00:32 WIB
Ilustrasi nyamuk menjadi penyebab berbagai penularan penyakit (Foto: Emphyrio/Pixabay.com)
Ilustrasi nyamuk menjadi penyebab berbagai penularan penyakit (Foto: Emphyrio/Pixabay.com)

HALO JEMBER – Tengah ramai diperbincangkan Virus Oropouche menarik perhatian dunia setelah Kementerian Kesehatan Brasil melaporkan kasus kematian pertama yang dialami oleh dua warganya.

Diketahui, Virus Oropouche ditularkan ke manusia melalui lalat dan nyamuk yang terinfeksi.

Kasus kematian pertama Virus Oropouche terjadi pada dua wanita dari negara bagian Bahia di timur laut Brasil.

Meski sebelumnya dianggap jarang dan tidak berbahaya, munculnya kabar kematian terbaru yang disebabkan oleh virus ini memunculkan pertanyaan-pertayaan warganet tentang apa itu Virus Oropouche. 

Apa Itu Virus Oropouche?

Virus Oropouche pertama kali ditemukan pada sampel darah pasien di Trinidad dan Tobago pada tahun 1955. Nama ‘Oropouche’ diambil dari Sungai di Triniad Dimana virus ini ditemukan. Sejak penemuan pertamanya, Virus Oropouche ini telah menyebar ke berbagai negara di wilayah Amerika Tengah dan Selatan serta Karibia.

Dalam 25 tahun terakhir kasus Virus Oropouche tersebut telah diidentifikasi di banyak negara di kawasan Amazon termasuk Bolivia, Kolombia, Ekuador, Guyana Prancis, Panama, dan Peru. Pada 2014, Penyakit ini juga sempat terdeteksi di Haiti dan menginfeksi satu anak.

Pada akhir tahun 2023, virus ini diidentifikasi menjadi wabah besar di daerah endemik dan daerah baru di Amerika Selatan.

Kemudian, pada 2024 kasus ini kembali dilaporkan di Kuba sebagai kasus pertama yang dikonfirmasi.

Gejala Virus Oropouche

Meski tidak menular langsung dari manusia ke manusia, demam oropouche disebabkan oleh Virus Oropouche yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Culicoides paraensis.

Baca Juga: Kenali Tanda Kematian Sejak 100 Hari Hingga Sehari Sebelum Ajal

Nyamuk jenis ini biasanya berkembang biak di daera berawa, hutan hujan tropis dan dekat dengan pemukiman manusia.

Gejalanya mirip dengan demam berdarah, biasanya muncul antara empat hingga delapan hari setelah gigitan.

Biasanya penderita akan lebih sensitif terhadap cahaya, pusing, sakit di belakang mata, mual, muntah, hingga ruam dan bisa bertahan selama kurang dari seminggu dan dapat berulang beberapa hari hingga minggu setelahnya. Baca Juga: Mitos Daun Telinga Layu Jadi Tanda Kematian

Pada beberapa orang virus ini bisa mengembangkan masalah kesehatan yang lebih serius, seperti meningitis (peradangan pada membran otak dan tulang ekor), encephalitis (peradangan otak), hingga pendarahan.

Baru-baru ini, pihak berwenang Brazil menemukan bahwa wanita hamil dapat menularkan virus ke bayi mereka yang belum lahir. Namun, masih dalam tahap penyelidikan karena dampaknya pada janin masih belum diketahui pasti.

 Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Dwi Siswanto
#virus Oropouche #amazon #nyamuk