Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Tragis! Ayah Siksa Anak Kandung, Wajahnya Dipenuhi Luka Sundutan Rokok

Halo Jember • Jumat, 9 Agustus 2024 | 02:15 WIB
Seorang ayah menyiksa sang anak hingga alami luka di wajah akibat sundutan rokok. Foto: X @bacottetangga_
Seorang ayah menyiksa sang anak hingga alami luka di wajah akibat sundutan rokok. Foto: X @bacottetangga_

HALOJEMBER.COM - Tengah viral video di media sosial yang memperlihatkan seorang balita berusia 16 bulan di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang dianiaya, digantung, dan disundut rokok oleh ayah kandungnya.

Saat dievakuasi wajahnya dipenuhi luka akibat sundutan rokok dan kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, polisi tidak kuasa menahan air mata melihat kondisi balita tersebut.

Dalam video yang diunggah terlihat seorang polisi menangis tersensendu-sendu sembari mengusap kepala balita yang tengah digendong rekan polisinya.

Dia juga sesekali mengusap air matanya sembil memandangi sang balita yang tengah minum susu di gendongan polisi. Mendengar kesaksian yang disampaikan warga, polisi pun kembali menangis.

Sang ayah yang juga pelaku bernama Sandi (25) diketahui menggantung anaknya yang berinisial AR dan memvideokannya. Sontak video tersebut viral di media sosial.

Setelah mendapat laporan warga, polisi langsung menuju ke lokasi kejadian tepatnya di rumah pelaku di Dusun Tosulo, Desa Massulo Walie, Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang. Polisi berusaha untuk bernegosiasi agar pelaku menyerahkan diri, pada Minggu (4/8).

AR berhasil dievakuasi setelah sempat disandera oleh sang ayah selama 16 jam. Bahkan, saat disekap ia tidak diberi makan dan minum oleh ayahnya.

Kini pelaku sudah diamankan oleh polisi. Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku bahwa motif penganiayaan yang ia lakukan kepada anak kandungnya disebabkan karena kekesalannya pada sang istri yang meminta untuk bercerai.

Balita tersebut kini tengah ditangani oleh Polres Pinrang dan mendapat penanganan intensif.

Meskipun sedikit trauma saat ini kondisinya berangsur membaik.

"Dari perkembangan yang kami amati, kondisi anak cukup stabil untuk anak seusianya. Namun kami amati, memang korban seperti mengalami trauma, khususnya kalau berada di tempat ketinggian, seperti ketakutan," kata Kapolres Pinrang AKBP Andiko Wicaksono, pada Selasa (6/8).

Polisi juga akan mendatangkan psikolog agar kondisi psikologisnya kembali pulih.

Kronologi Kejadian

Pelaku mengancam akan membunuh sang anak setelah terlibat pertengkaran bersama istrinya.

Sebagai bentuk ancaman ia merekam video tengah menyiksa sang anak kemudian dikirim ke istrinya.

Ia melakukan tindakan keji tersebut sebagai pelampiasan atas kemarahannya lantaran sang istri yang pergi ke rumah orang tuanya dan meminta bercerai dengannya.

Dalam video yang ia rekam tampak balita itu menangis dan menggantung dengan tali. Tak hanya digantung dengan tali, sang anak juga tampak dibanting berkali-kali oleh pelaku.

Saat kejadian, istri pelaku sedang berada di Soppeng, Sulawesi Selatan. Lantas ia meminta bantuan kepada keluarganya yang ada di Pinrang untuk menyelamatkan anaknya.

Diketahui pelaku dan istrinya sudah berpisah selama setahun. Sang istri memutuskan untuk tinggal di rumah orang tuanya lantaran tidak tahan dengan kekerasan yang dilakukan oleh Sandi.

Penulis: Delia Enggar Sugiana

Editor : Halo Jember
#kekerasan #anak #bapak #aniaya #viral