HALOJEMBER.COM - Tengah viral video yang diunggah oleh salah satu akun Instagram bernama @anak_esa memperlihatkan belasan pendaki yang berlarian saat Gunung Dukono yang terletak di Halmahera, Maluku tiba-tiba meletus.
Setelah ditelusuri, belasan pendaki tanpa izin tersebut nekat untuk melakukan summit ke puncak Gunung Dukono untuk memperingati hari kemerdekaan 17 Agustus meskipun sudah dilarang.
Diketahui, status Gunung Dukono berada dalam kondisi waspada dan terdapat larangan untuk melakukan aktivitas hingga jarak 3 kilometer dari puncak gunung.
Dalam video tayangan drone yang diunggah terlihat para pendaki Gunung Dukono berlarian saat kawah gunung yang ada di dekat mereka mengeluarkan material panas abu vulkanik.
Dalam akun @anak_esa juga menyebutkan bahwa aktivitas Gunung Dukono sedang tinggi hingga memuntahkan material dari kawahnya.
BACA JUGA: Setelah Dinyatakan Bebas Bersyarat Jessica Wongso Ajukan PK, Ini Kata Kejagung
Dengan demikian, para pendaki diminta untuk melakukan observasi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk summit ke puncak gunung.
Sementara, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara dengan tegas mengatakan bahwa pihaknya telah melarang para pendaki tersebut untuk melakukan aktivitas di Gunung Dukono.
Dengan demikian, mereka tidak diperbolehkan lagi melakukan pendakian di gunung tersebut dan dimasukkan dalam daftar hitam atau blacklist.
"Secara khusus kepada teman-teman yang melakukan pendakian, kami sudah sampaikan ke pos pengamatan (Gunung Dukono) agar kalian di-blacklist. Tidak bisa melakukan pendakian di Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara," tegas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Hentje M.L Hetharia, pada Senin (19/8).
Menurut laporan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), saat dilakukan pengamatan pada Senin (19/8) periode pukul 00.00-24.00 WIT, Gunung Dukono telah mengalami sebanyak 184 kali gempa/erupsi dengan amplitudo 7-34 mm, dengan lama gempa 30.74-56.86 detik.
Kemudian mengalami 61 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7-24 mm, S-P 10.07-46.37 detik dan lama gempa 60.19-96.98 detik. Serta satu kali gempa tremor menerus dengan aplitudo 1-6 mm, dominan 2 mm.
Dengan demikian, masyarakat dan wisatawan yang ada di sekitar Gunung Dukono tidak diperbolehkan untuk melakukan aktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang pada radius 3 kilometer.
Perlu diingat bahwa letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah serta kecepatan angin. Dengan demikian, area landasan abu tersebut tidak tetap.
Sehingga masyarakat yang berada di sekitar Gunung Dukono dihimbau untuk selalu menggunakan masker/penutup hidung dan mulut untuk menghindari ancaman dari bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan.
Selama 2024, Gunung Dukono tercatat sudah meletus sebanyak tiga hingga empat kali. Pada Selasa 20 Agustus 2024, pukul 06.00, Gunung Dukono dalam status Waspada (Level II).
Penulis: Delia Enggar Sugiana
Editor : Halo Jember