HALOJEMBER.COM - Peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 telah sukses digelar di Ibu Kota Nusantara.
Namun, dibalik itu ada kisah inspiratif dari salah satu anggota Paskibraka yang bertugas di Ibu Kota Nusantara pada 17 Agustus 2024 lalu.
Kisah tersebut dialami oleh Fifandra Ardiansyah Daud, Komandan Kelompok 8 Paskibraka Nasional 2024. Ia berasal dari Halmahera Barat, Maluku Utara.
Fifandra Ardiansyah Daud atau Dani adalah anak pasangan dari Almarhum Hasan Daud dan Sulastri M Baba yang berasal dari Desa Jalan Bari, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.
Ayahnya berpulang saat Dani menjadi anggota Paskibraka di SMA.
BACA JUGA: Ini Alasan Jessica Kumala Wongso Bisa Bebas Bersyarat hingga Disorot Media Asing
Dani adalah siswa kelas 11 SMA Negeri 1 Halmahera Barat yang diberi kepercayaan dan tanggung jawab untuk menjadi Danpok Kelompok 8 Paskibraka Nasional 2024.
Dari tugas tersebut, ia menjadi anggota Paskibraka yang menerima bendera pusaka dari pembawa baki, Livenia Evelyn.
Ternyata menjadi Paskibraka merupakan impian dan pesan dari sang ayah kepada Dani. Dengan demikian, Dani berusaha untuk menekuninya dengan serius.
"Pertama-tama Dani ikut Paskibraka, itu diminta mendaftar karena Bapak Dani sudah kata (untuk mendaftar)," ujar Dani.
BACA JUGA: Setelah Dinyatakan Bebas Bersyarat Jessica Wongso Ajukan PK, Ini Kata Kejagung
Awalnya dia merasa pesimistis lantaran kondisi ekonomi keluarganya yang tak mumpuni. Dia berasal dari keluarga yang sangat sederhana. Bahkan, tempat tinggalnya pun terkadang terputus akses listriknya karena telat membayar tagihan.
Tekadnya yang ingin membanggakan orang tuanya, Dani pun berupaya bagaimana caranya mencari uang untuk memenuhi kebutuhan seperi listrik dan makan.
Meskipun awalnya Dani merasa pesimistis, tetapi ia mencoba untuk giat berlatih dan akhirnya memutuskan untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat sekolah dengan bermodalkan nekat.
Namun, ada sebuah cerita yang membuat Dani sangat berkesan ketika ia akan mendaftar untuk ikut seleksi Paskibraka. Tes yang harus ia jalani ternyata dilakukan secara daring. Baca Juga: Mitos Wanita dengan Rambut Kundhup Melati. Benarkah Tanda Akan Jadi Janda Muda?
Namun, Dani tidak memiliki ponsel. Dengan demikian, ia harus meminjam ponsel milik temannya agar dia tetap bisa ikut seleksi tersebut.
Meskipun dengan rasa pesimistis dia tetap mengikuti seleksi tersebut dan bertekad untuk membanggakan orang tuanya. Ia bersemangat untuk menjadi anggota Paskibraka.
Semua perjuangan yang dilakukan Dani berbuah manis. Ia dinyatakan lolos menjadi calon anggota Paskibraka Nasional 2024.
Namun, dibalik kesuksesannya menjadi anggota Paskibraka Nasional, ia harus mengalami masa berkabung lantaran sang ayah yang merupakan orang pertama yang berkeinginan agar Dani menjadi anggota Paskibraka meninggal dunia. Baca Juga: Siap Digantung! Siapa Sebenarnya Sanjoy Roy, Pelaku Utama Pemerkosaan dan Pembunuhan Dokter Muda India
Kendati demikian, Dani memilih bangkit dan membuktikan bahwa dia bisa membanggakan orang tua, sekolah, bahkan daerahnya.
Penulis: Delia Enggar Sugiana
Editor : Halo Jember