Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kisah Jessica Kumala Wongso Selama Berada di Lapas, Tak Pegang Gawai hingga Tidur dengan 20 Orang

Halo Jember • Rabu, 21 Agustus 2024 | 21:10 WIB
Senyum sumringah Jessica Kumala Wongso setelah pembebasan bersyarat. Foto: Jawa Pos
Senyum sumringah Jessica Kumala Wongso setelah pembebasan bersyarat. Foto: Jawa Pos

HALOJEMBER.COM - Setelah dinyatakan bebas bersyarat, kini sosok Jessica Kumala Wongso tengah menjadi sorotan publik.

Ia merupakan terpidana kasus kopi sianida yang terjadi pada 2016 silam dan sudah mendekam di penjara selama delapan tahun. Saat ini Jessica sudah bebas.

Dirinya pun mengungkapkan secara blak-blakan kondisi kehidupannya saat di dalam lapas.

Selama di dalam lapas, Jessica sempat tidur satu kamar dengan 20 orang.

"Kalau selnya saya itu kan pindah-pindah, jadi kalau awal pertama masuk mungkin sel yang kamarnya lebih besar, temen-temennya juga banyak," kata Jessica Wongso, pada Minggu (18/8).

"Kalau yang terakhir saya bertiga (satu kamar), cuman sempat bertiga, berempat, ber-20, ber-18, jadi variasi," imbuhnya.

BACA JUGA: Setelah Dinyatakan Bebas Bersyarat Jessica Wongso Ajukan PK, Ini Kata Kejagung

Jessica juga menjelaskan terkait isu-isu yang kini tengah beredar di masyarakat terkait kasus bullying yang ada di lingkungan lapas.

Namun, ia meluruskan bahwa hal tersebut tidak terjadi pada dirinya selama di dalam lapas bersama narapidana lainnya.

Menurut Jessica, narapidana yang ada di dalam lapas memiliki permasalahan masing-masing. Dengan demikian, mereka berupaya untuk tetap kondusif agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Jadi akur-akur aja, jadi saling membantu, saling menghibur, saling menguatkan, seperti itu," jelas Jessica.

BACA JUGA: Ini Alasan Jessica Kumala Wongso Bisa Bebas Bersyarat hingga Disorot Media Asing

Selama di dalam lapas Jessica juga berusaha untuk menyibukkan diri dengan melakukan apapun yang bisa dia kerjakan.

Selain itu, dia juga berusaha membantu dan berkontribusi untuk lapas tempatnya menjalani hukuman.

Hal tersebut ia lakukan dengan harapan agar bisa bermanfaat dan memberikan kesan yang baik bagi lapas.

Kegiatan yang dilakukan pun bervariasi mulai dari membuat banner hingga menjadi guru.

"Sempat menjadi guru bahasa Inggris, terus juga untuk temen-temen yang deket aja gak secara resmi ngajarin olahraga atau apa, yang positif aja untuk ngisi waktu," ungkapnya. Baca Juga: Kronologi Dokter Muda India ‘Mounita Debnath’ Tewas Diperkosa, Picu Aksi Mogok Kerja Massal

Ia juga mengungkapkan rasa kesedihannya selama berada di lapas karena rindu dengan keluarga. Serta kerinduannya dapat memegang gawai atau handphone dan menonton acara TV. 

Seperti yang diketahui, selama berada di dalam lapas Jessica tidak diizinkan untuk memegang handphone sama sekali. Dengan demikian, setelah dinyatakan bebas bersyarat dia merasa sangat senang .

Bahkan, saking senang dan lamanya Jessica tidak memegang handphone, dia sempat tidak tahu bagaimaa cara untuk menyalakannya.

Penulis: Delia Enggar Sugiana

 

Editor : Halo Jember
#sianida #bebas bersyarat #kopi sianida #jessica wongso