Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Kisi-kisi Soal Tes CPNS 2024. Disertai contoh soal CPNS

Halo Jember • Kamis, 22 Agustus 2024 | 02:03 WIB

 

 

Ilustrasi (Maghfirotun Nazila)
Ilustrasi (Maghfirotun Nazila)

HALOJEMBER.COM - Seperti yang diketahui, pemerintah telah membuka pendaftaran CPNS TA 2024 yang baru dimulai kemarin (20/08). Pendaftaran ini dibuka hingga 6 September mendatang.

Untuk itu, Kementerian Pendayagunaan Aparat Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) telah merilis secara resmi kisi-kisi untuk SKD CPNS 2024.

Kisi-kisi tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri PANRB (Kepmenpan-RB) Nomor 321 Tahun 2024 tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2024.

Sesuai dengan Keputusan Kemenpan-RB tersebut, SKD CPNS 2024 mencakup tiga jenis subtes, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). 

Prediksi waktu pengerjaan soal SKD adalah 100 menit dengan jumlah soal keseluruhan adalah 110 soal yang terbagi sebagai berikut:

Dengan demikian, Anda perlu pelajari soal-soal tes CPNS sesuai dengan kisi-kisi resmi dari Kemenpan-RB.

  1. Kisi-kisi Soal CPNS TWK

Contoh soal CPNS:

                Presiden dalam rangka menjalankan undang-undang mempunyai kewenangan untuk menetapkan Peraturan Pemerintah. Peraturan Pemerintah adalah peraturan untuk menjalankan undang-undang dengan sebagaimana mestinya. Kewenangan menetapkan Peraturan Pemerintah adalah sebagian kewenangan pengaturan dari Presiden.

                Peraturan Pemerintah berfungsi untuk menjalankan undang-undang maka Peraturan Pemerintah harus dibentuk setelah ada undang-undang yang mengatur materi tersebut. Kekuasaan Presiden ini disebut….

  1. Eksekutive power
  2. Power and responsibility
  3. Pouvoir réglementaire
  4. Noodverordening Recht
  5. Legislative power

Jawaban: C

Pembahasan: Presiden memiliki kekuasaan berupa “Pouvoir reglementair”, yang berartikan kekuasaan untuk menetapkan peraturan pemerintah.

 -Eksekutif power berarti presiden memiliki kewenangan untuk menjalankan undang-undang yang ada.

-Noodverordening Recht adalah peraturan hukum untuk mengatur keadaan darurat atau bahaya atau darurat.

-Legislative power adalah kewenangan Presiden dalam peraturan perundang-undangan berada dalam bingkai kekuasaan pemerintahan yang artinya kekuasaan untuk menjalankan Undang-Undang.

 Baca Juga: WOW, Biaya Joki Tes CPNS Capai Rp 300 Juta. Endingnya Ketangkap Apa Tidak Ya?

Contoh soal:

                Nilai-nilai integritas yang diterapkan mampu menguatkan budaya antikorupsi. Dalam mewujudkan budaya anti korupsi diperlukan keteladanan dari atasan (pimpinan), lingkungan kerja yang baik sebagai faktor pendukung harus diciptakan agar budaya antikorupsi tidak sekadar menjadi wacana.

                Hal yang tak kalah penting adalah memberikan rambu-rambu kode etik sebagai arahan dalam bertindak, serta sanksi-sanksi bila ada pelanggaran.

                Ada sembilan nilai integritas dalam antikorupsi yang terbagi dalam 3 aspek, yaitu…

  1. Personal, perilaku, dan norma
  2. Inti, sikap, dan etos kerja
  3. Inti, personal, dan sikap
  4. Nilai, norma, dan kepribadian
  5. Kepribadian, agama, dan etos kerja

Jawaban: B

Pembahasan: Sembilan nilai pokok integritas adalah jujur, peduli, disiplin, mandiri, tanggung jawab, sederhana, kerja keras, serta adil dan berani. Jika berkaitan dengan anti korupsi dalam ranah pekerjaan di suatu lembaga perusahaan atau pemerintahan, maka 3 sifat yang harus dirujuk adalah inti, sikap, dan etos kerja.

 

Contoh soal:

                Dasar pertahanan Negara disusun berdasarkan prinsip….

  1. Demokrasi
  2. Monopoli
  3. Kekerasan
  4. Kemakmuran
  5. Monarki

Jawaban: A

Pembahasan: Indonesia adalah negara demokrasi di mana rakyat diperbolehkan untuk memiliki pendapat demi keutuhan negara.

 

Contoh soal:

                Kesepakatan dasar dalam perubahan UUD 1945 dengan cara adendum, maksudnya.…

  1. Naskah baru menggantikan naskah asli sebelumnya
  2. Naskah asli UUD 1945 digantikan dengan naskah perubahan
  3. Penggabungan antara naskah asli dengan naskah pembaruan
  4. Naskah asli UUD 1945 dipertahankan dan naskah pembaruan dilekatkan pada naskah asli
  5. Naskah asli digabungkan dengan naskah pembaruan UUD 1945 ditambah dengan aturan-aturan peralihan

Jawaban: D

Pembahasan: Adendum berarti mempertahankan naskah asli. Jadi, ketika terdapat amandemen undang-undang, naskah asli harus tetap melekat di dalamnya.

 

Contoh soal:

                Di antara kalimat-kalimat berikut, manakah yang merupakan kalimat yang baku?

  1. Mereka jebak pencuri itu hingga akhirnya tertangkap.
  2. Siti sudah lama menunggu adikmu ditempat ini.
  3. Ia teriak-teriak hingga suaranya serak.
  4. Ia berjalan cepat agar tidak terlambat masuk sekolah.
  5. Dua anak lelaki itu berantem di pinggir kali.

Jawaban: D

Pembahasan: Susunan kalimat baku hanya ada pada jawaban D karena pada pilihan A, B, C, dan E semuanya kurang efektif.

Jawaban A tidak efektif karena menggunakan hingga dan akhirnya bersamaan padahal maknanya sama. 

Jawaban B seharusnya ditempat harus dipisah karena “di” pada kata tersebut merupakan preposisi bukan kata depan.

Jawaban C seharusnya menggunakan berteriak, bukan teriak-teriak.

Jawaban E menggunakan kata berantem yang bukan kata baku, seharusnya bertengkar.

 Baca Juga: Tren Media Sosial, 'Very Demure, Very Mindful' yang Lagi Viral, Apa Artinya?

  1. Kisi-kisi Soal CPNS TIU

Contoh soal:

(foto contoh soal)

Jawaban: E

Pembahasan: Untuk menemukan jawaban di kotak nomor 4, kamu bisa memperhatikan pola pada gambar 1 dan 2. Tukar posisi dan balik setiap objek gambarnya.

Baca Juga: Wabah Mpox Meningkat, WHO Sebut Jadi Ancaman Global dan Deklarasi Darurat Kesehatan Dunia

Contoh soal:

300, 800, 300, 600, 1100, 600, 900, …, … 

  1. 1400, 600 
  2. 900, 1100 
  3. 1400, 900 
  4. 1100, 800 
  5. 800, 900

Jawaban: C

Pembahasan: Di atas merupakan jenis soal silogisme deret angka. Kamu harus menemukan pola dari setiap angka yang sudah ada. Dari 7 deret angka di atas, pola yang digunakan untuk mendapatkan setiap angkanya adalah:

300, 800, 300, 600, 1100, 600, 900, …, … 

+ 500, -500, +300. +500, -500, +300, +500, -500

Dengan begitu, 900 + 500 = 1.400 dan 1.400 – 500 = 900

 

Contoh soal:

                AIR : … = … : HAMPA

  1. Es — Kosong
  2. Dingin — Pengap
  3. Tetesan — Vakum
  4. Sungai — Ruang
  5. Kering — Udara

Jawaban: E

Pembahasan: Soal di atas adalah jenis soal analogi. Kita harus mencari persamaan dari dua kata pada soal. Karena dua katanya ditempatkan di beda sisi, maka ini lebih membantu kita untuk mencari jawabannya.

 

Jika ada AIR berupa kata benda berwujud. Sedangkan HAMPA adalah kata sifat tak berwujud. Maka, apa kata sifat tak berwujud yang berkaitan dengan AIR dan apa kata benda berwujud yang berkaitan dengan HAMPA. Jawabannya sudah pasti KERING sebagai kata sifat tak berwujud yang diakibatkan oleh tidak adanya AIR. Dan UDARA sebagai kata benda berwujud yang mengakibatkan HAMPA jika dia tidak ada.

 Baca Juga: Mitos Cicak Jatuh di Pundak dan Bagian Tubuh Lainnya. Bawa Pertanda Baik atau Buruk?

  1. Kisi-kisi Soal CPNS TKP

Soal TKP biasanya akan disesuaikan dengan isu yang ada di Indonesia dan global untuk memahami nalar peserta ujian jika ditempatkan di situasi tersebut. Bentuk soal pada subtes ini nantinya akan berupa cerita studi kasus tertentu yang berlatar sebuah korporasi.

 

Soal-soal yang kemungkinan akan muncul adalah sebagai berikut:

Contoh soal:

                Ada seorang teman yang tidak mampu membayar uang ujian anaknya, maka saya… 

  1. Membantu membayar sebagian biaya dengan tabungan saya 
  2. Merasa kasihan dan menghiburnya 
  3. Menganggap hal itu biasa saja 
  4. Membayar dengan uang tabungan saya untuk membayar 
  5. Mengkoordinir teman untuk iuran guna membayar biayanya

Jawaban: E, A, D, B, C

Pembahasan: Poin terbanyak terdapat pada jawaban E di mana jawaban tersebut mengandung empati dan juga kerja sama sehingga memiliki unsur gotong royong. Poin terendah terdapat pada jawaban C di mana jawaban tersebut mengindikasikan peserta ujian tidak memiliki empati, individualis, dan tidak memiliki sikap kekeluargaan dengan rekan kerja.

 Baca Juga: Gunung Dukono Meletus, Belasan Pendaki Tanpa Izin Akhirnya Di-blacklist

Itulah contoh-contoh soal SKD CPNS yang dapat Anda pelajari. Agar dapat lebih menguasai materi, sebaiknya Anda belajar dan memperbanyak untuk mencoba mengerjakan latihan-latihan soal lainnya.

 

Penulis: Maghfirotun Nazila

Editor : Halo Jember
#contoh soal cpns #tes cpns #soal tes cpns #cpns #skd