HALOJEMBER.COM - Unggahan gambar lambang Burung Garuda dengan latar belakang berwarna biru yang bertuliskan ‘Peringatan Darurat’ ramai di media sosial.
Postingan tersebut menjadi topik terkini di berbagai platform, seperti Instagram, TikTok, dan X.
Selain itu, banyak warganet yang menggunakan hastag #KawalPutusanMK dan #TolakPolitikDinasti.
Gerakan massal tersebut merupakan ajakan kepada masyarakat untuk mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada 2024).
Gerakan ini mencuat setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati Revisi Undang-Undang Pilkada yang menganulir putusan MK Nomor 60/PUU-XXII/2024 yang berisi tentang penetapan syarat baru dalam pengajuan calon kepala daerah.
Bentuk pengawalan terhadap keputusan MK tak hanya dengan cara menggelar aksi demo saja. Tetapi juga bisa dengan memanfaatkan media sosial.
Dikutip dari akun X @dinikopi13, berikut strategi digital yang dapat dilakukan:
- Tidak memberikan panggung terhadap influencer atau buzzer yang berusaha memecah massa dengan alasan apapun.
Media sosial merupakan wadah untuk menarik perhatian. Jadi, jika ada influencer atau buzzer yang berusaha memecah massa maka sebaiknya tidak perlu digubris apalagi hingga memberikan komentar kebencian. Hal tersebut bisa saja menjadi pengalihan isu agar lalai terhadap pengawalan keputusan MK.
- Menggunakan topik yang berkaitan dengan personal atau pengalaman pribadi untuk membahas isu politik.
Bahasa politik cukup sulit dimengerti untuk orang awam. Dengan demikian, ketika membagikan isu tentang politik ke media sosial dapat menggunakan cerita pribadi.
Baca Juga: Menghadirkan Narasi Ekologi Politik dalam Pilkada 2024 Opini: Mochammad Samsi Ridwan
Hal tersebut untuk menarik masyarakat agar lebih mudah memahami serta lebih peduli terhadap isu politik saat ini.
- Jika memiliki TikTok gunakan akun tersebut untuk membahas mengenai kondisi politik saat ini.
Baca Juga: Bikin Cemas Dunia, Apa Itu Virus Mpox dan Bagaimana Cara Penularannya?
Terdapat dua pesan penting yang perlu diketahui masyarakat. Yang pertama yakni tujuan orang-orang menggunakan dan menggunggah gambar Peringatan Darurat. Kemudian, pembahasan isu politik yang berkaitan dengan personal atau pengalaman pribadi seperti yang dijelaskan pada poin kedua. Sebab, banyak orang yang lebih percaya terhadap cerita pribadi tanpa adanya gimmick.
Peran orang lain untuk memberikan komentar, suka, bahkan membagikan unggahan juga dibutuhkan agar algoritmanya naik.
- Akun @dinikopu13 juga mengajak para waganet untuk mendanai ads kepada para influencer Instragram/TikTok yang memiliki konten bagus yang membahas mengenai isu politik ini.
Tujuannya agar konten tersebut semakin banyak yang menjangkau.
“Jadi misal ada 100 konten TikTok dan 100 konten Instagram dari berbagai akun bakalan kita sumbangin dana biar diboost ads gitu. Ini ada yg mau organize buat patungan dananya? “ tulisnya.
- Mengaitkan berbagai konten dengan isu putusan MK agar semakin banyak yang tertarik mengenai isu tersebut. Caranya bisa dengan mengunggah atau memposting ulang foto maupun video tentang #KawalPutusanMK #TolakPolitikDinasti ke Instagram atau TikTok. Baca Juga: Perlu Kamu Ketahui, Inilah Titik Lokasi Pelaksanaan Seleksi CPNS TA 2024
Penulis: Delia Enggar Sugiana
Editor : Halo Jember