HALO JEMBER – Langkah DPR RI yang mencoba membatalkan Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Undang-Undang Pilkada telah menjadi perhatian dan sorotan utama di media sosial, terutama di kalangan masyarakat Indonesia.
Dari kejadian ini muncul Gerakan ‘Peringatan Darurat’ dengan gambar Garuda Biru, setelah DPR RI diduga menganulir Keputusan MK soal syarat peserta Pilkada 2024 yang membuka peluang bagi Kaesang Pangarep, anak presiden Indonesia, Joko Widodo untuk maju di Pemilihan Gubernur (Pilgub) mendatang di Jawa Tengah.
Peringatan ini adalah bentuk kemarahan masyarakat terhadap rezim Jokowi yang disebut bobrok oleh rakyat Indonesia dan mengakibatkan adanya aksi dari Mahasiswa, buruh, partai politik, hingga rakyat turun demo di depan Gedung DPR dan Gedung KPU dimulai pada hari Kamis, 22 Agustus 2024 hingga hari ini Jumat (23/8).
Tak hanya itu sosok public figure bahkan sejumlah pakar dan ahli juga ikut turun mengkritik rezim otoriter Jokowi yang mematikan demokrasi dan menggugat karena demokrasi di Indonesia sudah diacak-acak. Padahal, Indonesia adalah negara demokrasi.
Aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia, yang dengan penuh semangat turun ke jalan, juga menarik perhatian global, termasuk dari kalangan idol Kpop.
Pada hari ini Jumat (23/8), mantan anggota Day6 Jae Park atau yang lebih dikenal dengan eaJ terlihat turut serta mendukung gerakan peringatan darurat garuda biru yang sedang trending.
Jae Park membagikan unggahan dari akun Instagram @whatsupindonesia mengenai peringatan darurat Garuda biru melalui akun Instagram dan X (dulunya Twitter) pribadinya. Baca Juga: Komika Ikut Turun ke Jalan Tolak Revisi UU Pilkada, Bintang Emon: ‘Umur 30 Jangan Nyalon Dulu, Jangan Ya Dek Ya’
Jae dengan tegas menyuarakan dukungannya kepada rakyat Indonesia yang sedang memperjuangkan demokrasi. Malalui platform media sosialnya tersebut Jae mendorong pengikutnya untuk lebih peduli terhadapp kondisi demokrasi di Indonesia saat ini.
“I realize I may lose opportunities in a place I love, with people I love even more but it is impossible to stand in silence as my peers fight for awareness.
Please take a moment to read this and please stay safe out there.” (Saya sadar bahwa saya mungkin kehilangan kesempatan di tempat yang saya cintai, dengan orang-orang yang lebih saya cintai, tetapi mustahil untuk berdiam diri saat rekan-rekan saya berjuang untuk kesadaran. Mohon luangkan waktu sejenak untuk membaca ini dan harap tetap aman di luar sana)," ujar Jae Park dalam pernyataannya.
Melalui unggahannya di X dan Instagram tersebut, Jae juga menjelaskan mengapa penting untuk mendukung perjuangan masyarakat Indonesia di tengah ancaman terhadap demokrasi.
Dalam konten yang diunggah Jae tersebut juga menyebutkan isu politik dinasti hingga kemudahan yang diduga diberikan kepada Kaesang Pangarep dalam mencalonkan diri.
Juga kritikan terhadap partai pemerintah yang mencoba memonopoli kekuasaan dengan membentuk koalisi besar, yang memberikan sedikit ruang bagi PDIP.
Selain itu, juga menyinggung tentang upaya untuk menghalangi Anies Baswedan dalam pencalonannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Selain itu, Jae Park juga membagikan unggahan dari @whatsupindonesia melalui Instagram Story-nya dan memohon agar pengikutnya meluangkan waktu untuk membacanya.
“Please take a moment to read this (tolong luangkan waktu untuk membaca ini),” tulisnya dalam Instagram story yang ia bagikan.
Masyarakat Indonesia mengapresiasi aksi Jae Park tersebut. Banyak yang merasa bahwa dukungannya sangat berarti dalam perjuangan mereka.
“Thank you Jae for supporting us Indonesians who fight for justice. Kamsa hamnida. #BATALKANbukanDITUNDA #kawalkeputusanMK,” tulis akun Kawal Pemilu. Baca Juga: Gunung Dukono Meletus, Belasan Pendaki Tanpa Izin Akhirnya Di-blacklist
“Ga pernah kebayang 2024 liat artis Kpop bakalan bahas politik Indonesia,” ujar @buc***.
“ketika artis” or influencer jilatin pemerintah artis luar malah speakup???????? BATALKAN bukan tunda, STOP BODOHI RAKYAT,” ucap @tae***
“Malu lah harusnya kalo sampe di sorot orang asing,” tulis @tre***
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Dwi Siswanto