HALOJEMBER.COM - Di media sosial, beredar narasi yang menyebutkan bahwa penyakit cacar monyet atau Mpox bisa menular melalui udara, sehingga masyarakat dianjurkan untuk memakai masker.
Namun, bagaimana fakta sebenarnya? Mpox disebabkan oleh virus monkeypox, yang menurut ilmuwan berasal dari hewan pengerat dan primata non-manusia di Afrika, kemudian menginfeksi manusia.
Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penularan Mpox lebih sering terjadi melalui kontak langsung kulit ke kulit, kontak mulut ke kulit atau mulut ke mulut, serta melalui interaksi dekat dengan penderita dalam waktu yang cukup lama.
Virus monkeypox diketahui dapat bertahan lama di berbagai benda, seperti pakaian, selimut, handuk, barang elektronik, dan permukaan lain yang telah disentuh oleh penderita Mpox.
Orang lain yang menyentuh benda-benda tersebut berisiko tertular, terutama jika mereka memiliki luka terbuka atau menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.
Selama wabah tahun 2022, penularan Mpox lebih sering terjadi melalui kontak seksual, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami penyebaran virus ini dalam kondisi yang berbeda.
Perbedaan Penularan Melalui Udara dan Droplet
Penularan melalui udara berbeda dengan penularan melalui droplet pernapasan. Droplet terjadi ketika seseorang batuk atau bersin, yang dapat menyebarkan virus ke orang lain melalui kontak pernapasan.
Sementara itu, penularan melalui udara atau airborne transmission terjadi ketika droplet berubah menjadi aerosol dan bertahan di udara untuk waktu yang lama. Aerosol ini dapat melayang dan menyebar di udara, menginfeksi orang yang menghirupnya, seperti halnya virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.
Namun, virus monkeypox tidak seperti Covid-19. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, virus ini tidak bertahan lama di udara dan tidak menyebar dalam jarak jauh atau dalam waktu singkat di ruangan yang sama.
Penelitian Terkait Penyebaran Mpox
Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk meneliti kemungkinan penularan virus monkeypox melalui udara.
Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Canadian Medical Association Journal pada tahun 2022 menyatakan bahwa meskipun Mpox belum terbukti menular melalui udara, namun ada kemungkinan partikel virus yang lebih kecil atau aerosol dapat bertahan di udara lebih lama.
Meski demikian, penularan melalui udara tidak dianggap sebagai jalur utama penularan Mpox. Baca Juga: Pendaftaran Dibuka Tidak Lama Lagi, Ternyata Segini Lho Gaji PPPK Guru
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan Oxford yang diterbitkan dalam The Lancet Microbe pada 2022 menunjukkan bahwa Mpox dapat menular melalui lingkungan sekitar penderita dan dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa minggu.
DNA virus ditemukan di beberapa sampel udara, terutama setelah sprei diganti, yang menunjukkan bahwa partikel virus mungkin dapat tersuspensi di udara selama proses tersebut.
Studi lain pada tahun 2023 yang juga diterbitkan dalam The Lancet Microbe, menyoroti bahwa wabah modern telah memicu perdebatan mengenai kemungkinan penularan Mpox melalui udara.
Pada akhirnya, artikel yang diterbitkan oleh The Lancet Respiratory Medicine pada 2022 menyimpulkan bahwa peran penularan melalui udara dalam penyebaran Mpox masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Namun, hingga saat ini, cara terbaik untuk mencegah infeksi Mpox adalah dengan menghindari kontak langsung dengan orang atau hewan yang menunjukkan gejala seperti ruam Mpox. Baca Juga: Kisi-kisi Soal Tes CPNS 2024. Disertai contoh soal CPNS
Penulis: Sufi Binti Khofifah
Editor : Halo Jember