Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Kenali 2 Fase Gejala Mpox yang Perlu Diwaspadai

Halo Jember • Rabu, 4 September 2024 | 20:10 WIB

 

(Gejala Mpox. Foto: Pinterest)
(Gejala Mpox. Foto: Pinterest)

HALOJEMBER.COM – Merebaknya Mpox atau cacar monyet menimbulkan kekhawatiran baru di tengah masyarakat, yang takut penyakit ini bisa berkembang menjadi pandemi global layaknya Covid-19.

Kekhawatiran tersebut semakin meningkat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali menyatakan Mpox sebagai situasi darurat kesehatan global.

Gejala Mpox penting diketahui oleh setiap masyarakat untuk memungkinkan bisa segera mendeteksi penyakit ini pada tahap awal dan mengonsultasikannya kepada dokter.

Dalam beberapa pekan terakhir, virus mpox atau cacar monyet menyebar secara sporadis di beberapa negara di Afrika dan Eropa, bahkan telah teridentifikasi di Thailand dan Singapura.

Sebab beberapa negara di ASEAN sudah terkonfirmasi terserang Mpox, Indonesia dianggap harus mewaspadai potensi virus ini masuk kembali ke Tanah Air.

Dr. Prasetyadi Mawardi, Sp.KK(K), dokter Speasialis Kulit dan Kelamin di RSUD dr. Moewardi Solo, mengatakan bahawa WHO untuk kedua kalinya menyatakan Mpox menjadi penyakit yang perlu diwaspadai dunia.

"WHO nyatanya sudah menetapkan mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern, sehingga penyakit ini harus menjadi perhatian dan kewaspadaan bersama," ucapnya.

Berdasarkan data Kementrian Kesehatan RI, terdapat 88 kasus yang sudah dikonfirmasi Mpox di Indonesia sejak tahun 2022 hingga 2024 ini.

Kasus-kasus ini tersebar di enam provinsi di Indonesia, dengan kasus terbanyak di DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Riau.

Pada tahun ini, sudah ada 14 kasus Mpox yang ditemukan sampai dengan bulan Agustus 2024. Menurut dr. Prasetyadi Mpox sebenarnya merupakan infeksi zoonosis yang disebabkaan oleh Pox Virus.

Berdasarkan klasifikasinya, Virus Mpox termasuk dalam kelompok virus Poxviridae yang menyebabkan cacar Smallpox.

"Smallpox atau Variola sudah dinyatakan tidak ada sejak puluhan tahun lalu, terkait keberhasilkan vaksinasi. Poxvirus ini mengenai hewan yang kemudian menularkan pada manusia sehingga disebut penyakit zoonosis," terangnya.

Gejala Mpox yang Penting Diwaspadai

Penularan virus dari hewan ke manusia (zoonotik) dapat disebabkan dari kontak langsung dengan darah, lesi kulit, cairan tubuh, maupun mukosa dari hewan yang terinfeksi.

Meski reservoir alami cacar monyet belum teridentifikasi, hewan pengerat adalah yang paling memungkinkan menjadi reservoir bagi Mpox.

"Penularan dari manusia ke manusia dapat terjadi akibat kontak dekat atau kontak erat dengan sekret pernapasan, lesi kulit orang yang terinfeksi, atau benda yang baru saja terkontaminasi virus mpox," jelas dokter residen atau mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Dermatologi, Venereologi dan Estetika (DVEE) FK UNS Solo, dr. Ilham Maulana dan dr. Aulia Yasmin.

Gejala Mpox bisa menjadi dua fase, yaitu masa invasi dan masa erupsi. Masa invasi sendiri dapat ditandai dengan beberapa gejala seperti:

  1. Demam
  2. Sakit kepala hebat

3.Limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening)

  1. Nyeri punggung
  2. Mialgia (nyeri otot)
  3. Merasa letih lesu dan malas

Sementara masa erupsi biasanya mulai muncul dalam 1-3 hari setelah munculnya demam.

Ruam pada kasus Mpox juga cenderung lebih terkontaminasi di wajah dan ekstremitas (anggota gerak) daripada di badan. Monkeypox biasanya akan menyebabkan ruam kemerahan yang diawali dengan makula (perubahan warna merah), lalu berkembang menjadi papula, benjolan kecil yang keras dan padat, dan kemudian akan berkembang menjadi plenting atau berisi cairan dan menjadi bernanah.

 

Penulis: Sufi Binti Khofifah

Editor : Halo Jember
#who #mpox #cacar monyet #Monkey Pox