Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Ancang-Ancang Dirikan Griya Abhipraya atau Rumah ABH di Jember

Dwi Siswanto • Sabtu, 28 September 2024 | 16:20 WIB
Kepala Bapas Jember John Arisadewa (tengah) berbicara dalam rakor rencana pembentukan Satgas PMPA di aula bawah Kantor Pemkab Jember, Kamis (26/9). (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)
Kepala Bapas Jember John Arisadewa (tengah) berbicara dalam rakor rencana pembentukan Satgas PMPA di aula bawah Kantor Pemkab Jember, Kamis (26/9). (MEGA SILVIA/RADAR JEMBER)

HALO JEMBER, Radar Jember – Angka anak berhadapan dengan hukum (ABH) di Jember termasuk cukup tinggi. Sayangnya, belum ada Griya Abhipraya atau rumah singgah untuk pembinaan di Jember. Padahal, Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 mewajibkan setiap daerah memiliki Griya Abhipraya.

Terakhir, ada 51 kasus ABH yang dicatat oleh Balai Pemasyarakatan (Bapas) Jember. Beberapa ada yang diputus pidana dan beberapa anak di antaranya putusan pengadilan yang mengharuskan mereka dikirim ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Sementara, di Jember yang belum memiliki Griya Abhipraya, maka tujuh ABH dikirim ke Pondok Pesantren Nurul Huda, tiga ABH lainnya di Bengkel Jiwa, dan beberapa yang lain dikirim ke LPKA Blitar.

Kepala Bapas Jember John Arisadewa mengatakan, Griya Abhipraya sangat penting dan memang semestinya dibentuk di tiap daerah.

“Sebagai jembatan, wadah bagi ABH untuk mendapatkan pembinaan. Jika putusan pembinaan anak, maka tidak pusing-pusing lagi mencari tempat pembinaan di mana,” tuturnya saat ditemui di Kantor Pemkab Jember, kemarin (26/9).

Dikatakan, selain untuk ABH yang baru mendapatkan putusan pengadilan, Griya Abhipraya juga bisa digunakan sebagai tempat pembinaan anak yang baru selesai menjalankan masa hukumannya di penjara sebelum kembali ke masyarakat.

Termasuk memberikan pendidikan kejar paket serta mengarahkan minat bakatnya.

“Di sana juga bisa dibantu untuk sinkronisasi data kependudukannya seperti pembuatan KTP,” jelas pria yang baru pindah tugas di Jember dua minggu lalu itu.

Dia menyampaikan tengah berkoordinasi dengan Pemkab Jember dalam upaya pembangunan Griya Abhipraya. Dia juga bakal bersinergi dengan kelompok masyarakat hingga perguruan tinggi dalam pengelolaannya nanti. Termasuk mengajak bersama pembinaan anak di dalamnya nanti.

Mantan kepala Bapas Nusakambangan itu mengungkapkan efektivitas Griya Abhipraya dalam membina ABH untuk siap kembali ke masyarakat dan memastikan perubahannya ke arah yang lebih baik. Peran pembinaan kemasyarakatan yang dibangun mampu menggali apa yang dibutuhkan anak.

Menurutnya, ABH yang dititipkan di pesantren seperti yang selama ini dilakukan di Jember tidak begitu efektif. Dia menceritakan Griya Abhipraya yang berada di Cilacap atau di bawah Bapas Nusakambangan terbukti efektif dalam memberikan pembinaan kepada ABH.

Baca Juga: Kisah Mistis Dibalik Pesona Keindahan Pulau Nusa Barong yang dijuluki Pulau Ular

“Jika ditampung di sana terus (Pesantren Nurul Huda dan Bengkel Jiwa, Red) juga ada batasnya. Bapas yang seharusnya hadir karena ini kewajiban kita. Nah, ini yang kita upayakan terus,” terang John. (sil/c2/dwi)

Editor : Dwi Siswanto
#jember #DP3AKB #abh