Dalam kesempatan tersebut, rombongan Fawait melihat langsung kondisi Pasar Tanjung yang penuh dengan berbagai permasalahan.
Setibanya di pasar, para pedagang antusias menyapa Gus Fawait. Beberapa ada yang menyambutnya dengan membaca salawat Nabi Muhammad SAW. Selain menyambut hangat, para pedagang pasar juga menyampaikan keluh kesahnya secara langsung kepada Gus Fawait.
"Pajak di sini tinggi, Gus, naik terus. Naiknya beberapa kali lipat. Tolong nanti setelah jadi bupati, pajaknya diturunkan lagi," ucap salah seorang pedagang, Halimah.
Selain soal pajak atau retribusi, para pedagang juga mengeluhkan soal manajemen pasar yang kurang maksimal, bahkan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Petugas gak pernah keliling pasar. Gak pernah lihat-lihat ke dalam pasar. Makanya timbul konflik antara pedagang yang di atas dan di bawah," ungkap Devi, pedagang pasar lantai 2.
Kebersihan pasar yang tidak terurus juga tidak luput dari keluhan masyarakat. Termasuk tidak adanya perbaikan fasilitas selama beberapa tahun belakangan.
"Fasilitas ibadah juga gak ada. Musalanya gak ada. Mudah-mudahan Gus Fawait jadi Bupati Jember. Kalau sudah jadi bupati, tempat ibadahnya minta tolong dibuatkan yang bagus," ucap pedagang.
Mendengar keluhan itu, Gus Fawait terenyuh, bahkan prihatin melihat kondisi pasar yang penuh dengan berbagai permasalahan, namun tidak ada sentuhan dari pemerintah.
"Harusnya pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Hadir di pasar. Melihat langsung permasalahan yang ada di pasar," ucapnya.
Untuk itu, dia berjanji, jika nanti terpilih menjadi Bupati Jember, maka persoalan itu akan diselesaikan. Terutama retribusi pasar yang tinggi.
Baca Juga: Kisah Unik Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf Semasa Muda
“Retribusi pasar naik bahkan sampai 200 persen. Nanti kami akan turunkan ke semula," tegasnya disambut senyum gembira para pedagang pasar.
Dia juga berjanji akan menata ulang pasar jika nanti terpilih menjadi Bupati Jember.
"Kita tata ulang semuanya. Pasar Tanjung ini salah satu ikon ekonomi di Jember. Makanya harus lebih baik nanti. Pemerintah harus benar-benar memperhatikan hal ini," pungkasnya. (mau/c2/nur)
Editor : Dwi Siswanto