HALO JEMBER, Radar Jember - Nasib petani tembakau Jember juga bergantung pada kebijakan suatu daerah. Calon Bupati Jember nomor urut 1 Hendy Siswanto menjanjikan pembentukan kembali Kelompok Usaha Tembakau Jember (KUTJ) yang sekian lama tak terendus lagi.
Hal itu disampaikan Hendy dalam dialog interaktifnya di Kafe 575 Majuma, Minggu (6/10) lalu. Dia menyatakan, tembakau menjadi komoditas penting bagi Jember.
Sebagai Kota Tembakau, maka tanaman tersebut menjadi identitas. Yang berarti, kesejahteraan bagi petaninya perlu diperhitungkan.
Hendy menyatakan, akan kembali meresmikan KUTJ untuk menjalankan fungsinya dalam membantu petani tembakau.
Khususnya dalam proses penjualan agar harga tetap terjaga bagus. “KUTJ akan kami resmikan kembali karena dengan adanya KUTJ bisa membantu para petani,” ucap pria yang baru bergabung PDIP itu.
Dalam forum dialog tersebut, pernyataan tersebut sebagai respons dari pertanyaan peserta yang mempertanyakan nasib KUTJ.
Seperti yang sebelumnya juga kerap disuarakan sejumlah petani dan asosiasi tembakau mengenai harapan adanya kembali KUTJ. Sebagai penaung pendamping petani.
Lebih lanjut, Hendy menjelaskan, peresmian dan jalannya KUTJ nantinya membutuhkan perda sebagai payung hukumnya.
Dia menegaskan, adanya larangan pengusaha rokok yang memiliki lahan tembakau mencapai lima hektare apalagi lebih.
“Tidak boleh, harus izin sama bupati,” tegas Hendy.
Baca Juga: Kisah Nostalgia Bioskop Kirana, Kencong, Jember. Bagaimana Kondisinya Sekarang?
Menurutnya, kesejahteraan petani tembakau harus diperhatikan melalui cara-cara tersebut.
Termasuk pemerataan DBHCHT. Menurutnya, selama ini pembagiannya sudah merata untuk kesejahteraan masyarakat hingga pendidikan dan kesehatan. Ini, kata dia, akan terus dilakukan. (sil/nur)
Editor : Dwi Siswanto