HALO JEMBER, Radar Jember – Pedagang Kaki Lima atau PKL yang berjualan di atas trotoar, tidak hanya pulang setelah berdagang selesai. Tapi ada juga mereka yang sampai menginap hingga membuat permukiman.
Seperti PKL di depan Pasar Sabtuan yang membuat bangunan semi permanen.
Menurut pengakuan konsumen Pasar Sabtuan, Kurniawan Arif mengatakan, pedagang kaki lima tersebut sudah lama menetap. Bahkan, tak jarang dari mereka yang bermukim di bangunan semipermanennya.
“Yang bermalam bukan hanya mereka yang memiliki bangunan semipermanen, termasuk pedagang buah yang menggunakan kendaraan roda tiga,” terangnya.
Adanya bangunan tersebut memang cukup mengganggu pengguna jalan. Sebab, ketika menjelang sore hari, kawasan itu sering terjadi kemacetan.
“Kalau jam berangkat, istirahat, dan pulang kerja pasti terjadi kemacetan,” ungkapnya.
Arif menyebut, biasanya sebagian dari mereka yang bermukim di lapaknya, membuka dagangannya selama 24 jam.
“Namun hanya sebagian saja yang sampai bermukim. Untuk kebutuhan MCK dan salat, pedagang yang bermukim memanfaatkan masjid dan pom bensin (SPBU, Red),” imbuhnya.
Apalagi, tambahnya, lokasi SPBU juga sangat dekat. Cukup berjalan kaki.
Baca Juga: PKL Pasar Sabtuan: Tinggal Satu Bangunan Semipermanen
Dengan adanya pembangunan RS Paru II milik Pemprov Jatim, mulai ada pedagang PKL angkat kaki. Terutama mereka yang berlokasi tepat di pintu masuk dan pintu keluar proyek pembangunan.
“Yang sudah angkat kaki, saya tidak tahu pindah ke mana. Ya harapannya ada jalan terbaiknya,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Baca Juga: Mitos atau Fakta Hujan saat Panas Jadi Tanda Kematian Tragis Seseorang?
Editor : Dwi Siswanto