Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Orang Tua Harus Tahu 10 Hak Anak yang Harus Diperhatikan

Halo Jember • Jumat, 8 November 2024 | 17:00 WIB
Anak Sekolah (Foto: (Naomi Shi/Pexels.com))
Anak Sekolah (Foto: (Naomi Shi/Pexels.com))

HALOJEMBER - HAK anak telah tertuang dalam Konvensi Hak Anak (KHA). Sebuah perjanjian mengenai HAM oleh PBB pada tahun 1989. Kemudian, diberlakukan di Indonesia pada tahun 1990.

Di dalamnya, anak dijamin haknya dalam bidang sipil, politik, ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, hingga budaya. Dengan empat pilar utama mengenai hak hidup, perlindungan, tumbuh kembang, dan hak partisipasi.

Namun, KHA dijabarkan dalam sepuluh hak yang harus dipenuhi oleh orang dewasa, termasuk juga negara.

Yaitu hak mendapatkan identitas, mendapatkan pendidikan, bermain, mendapatkan perlindungan, rekreasi, mendapatkan makanan, mendapatkan jaminan kesehatan, mendapatkan status kebangsaan, turut berperan dalam pembangunan, dan hak untuk mendapatkan persamaan.

Apabila menelaah hak-hak tersebut, ada satu hak yang kerap diabaikan oleh orang tua, yakni hak tumbuh kembang.

Ketua Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Batu Yumae Astuti saat berkunjung ke Jember mengatakan, memang anak sudah diperhatikan kebutuhan sandang dan pangannya. Tapi begitu, anak seharian bermain gadget dibiarkan saja.

“Sering kali itu dibiarkan (bermain gawai). Malah orang tuanya senang kalau anaknya main HP 24 jam. Karena tidak bikin repot, seolah-olah begitu,” tuturnya pada 30 Oktober lalu.

Dia menegaskan, jika satu hal itu lalai, maka anak kehilangan hak tumbuh kembangnya.

“Karena fisiknya jadi mager, sehingga dia sudah tidak lagi bergerak. Anak-anak ini masa tumbuh dan berkembang yang butuh pergerakan,” ulas psikolog itu.

Ditambah lagi dalam perkembangannya, akhirnya anak terpapar konten-konten di media sosial yang begitu random.

Dijelaskan, anak kemudian mendapatkan pembelajaran dari media sosial yang belum tentu sesuai dengan kebutuhannya.

Baca Juga: Ingin Anak Petani dan Santri Bisa Kuliah, Gus Fawait Bacabup Jember Janjikan Beasiswa

Yumae menyampaikan pentingnya mempelajari parenting atau pengasuhan yang baik. Peran orang tua dalam mengajari dan membentuk karakter anak.

Bagaimana anak bisa bertanggung jawab, mandiri, dan mampu menjaga dirinya. Semuanya bergantung pada cara pengasuhan orang tua.

Bukan lepas tangan dan menyerahkan tanggung jawab kepada gawai. “Harus diajari dan dituntun,” katanya. (sil/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#hak anak