Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Waspada Fenomenam La Nina Sebabka Banjir, Begini Cara Menanggulanginya

Halo Jember • Rabu, 20 November 2024 | 20:55 WIB

 

Photo
Photo

HALOJEMBER.COM- Di bulan November  ini, beberapa daerah di Indonesia yang berada di utara garis khatulistiwa sedang menghadapi risiko banjir, yang diperkirakan akan dipicu oleh fenomena La Nina.

Fenomena La Nina diprediksi akan menyebabkan peningkatan curah hujan yang signifikan, yang bisa berpotensi menimbulkan banjir di berbagai lokasi.

La Nina sendiri merupakan sebuah fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di wilayah tropis Samudra Pasifik turun lebih dari 0,5 derajat Celsius dibandingkan dengan suhu normalnya.

Kondisi ini berpengaruh pada pola cuaca global dan dapat mengakibatkan intensitas hujan yang lebih tinggi dari biasanya. Salah satu dampak utama yang dirasakan adalah meningkatnya curah hujan yang dapat membuat banjir.

 Baca Juga: Kabar Gembira, KAI DAOP 9 Jember Sediakan Promo Khusus Tiket Kereta Api untuk Pilkada 2024

Berikut beberapa menaggulangi bencana banjir: 

1. Tidak membuang sampah sembarangan di sungai dan selokan, selalu membersikan selokan sering kali kita menemui masalah di mana beberapa orang membuang sampah sembarangan ke dalam sungai atau selokan.

Tindakan tersebut dapat menyebabkan penyumbatan yang mengurangi kapasitas sungai dan selokan dalam menampung air. Ketika sungai dan selokan tersumbat, air tidak dapat mengalir dengan lancar dan dapat menyebabkan banjir yang merugikan

2. Hindari membangun di sepanjang tepi sungai, karena hal ini dapat meningkatkan risiko terjadinya banjir. Saat ini, tren pembangunan yang meluas di area pinggir sungai semakin meningkat, padahal tindakan ini berpotensi besar dalam menyebabkan masalah besar.

Membangun rumah atau bangunan di dekat sungai dapat mengurangi ruang aliran sungai, sehingga menghambat kemampuan sungai untuk menampung air dengan baik. Selain itu, limbah rumah tangga dari bangunan tersebut bisa dengan mudah masuk ke dalam sungai,

 Baca Juga: PPPK Tahap 2 Sudah Dibuka, Begini Cara Daftarnya

3. Praktik tebang pilih dan reboisasi sangat penting dalam pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan. Setelah penebangan pohon dilakukan, langkah berikutnya yang perlu diperhatikan adalah menanam kembali pohon-pohon baru di area tersebut.

Sebaiknya, pilihlah pohon-pohon yang memiliki sistem akar yang besar dan kuat, karena jenis pohon ini lebih efisien dalam menyerap air dari tanah. Akar yang besar dapat menembus lapisan tanah yang lebih dalam, sehingga membantu mengurangi risiko erosi dan memastikan tanah tetap subur

 

4. Menambah luas lahan terbuka hijau di kawasan perkotaan menjadi langkah penting, terutama mengingat bahwa banyak kota berada jauh dari hutan alami. Lahan terbuka hijau ini dapat berfungsi sebagai pengganti sebagian fungsi hutan, sekaligus meningkatkan kapasitas daerah untuk menyerap air.

Dengan memperbanyak area hijau di kota, kita dapat menciptakan ruang yang efektif dalam mengelola air hujan, mengurangi risiko banjir, dan meningkatkan kualitas udara.

 

5. Perawatan dan pembersihan saluran air secara berkala merupakan langkah penting untuk mencegah terjadinya banjir. Dengan menjaga saluran air tetap bersih, kita memastikan aliran air berjalan lancar dan tidak terhambat oleh sampah atau kotoran yang dapat menyebabkan penyumbatan. Aktivitas ini bisa dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat,

Penulis: Ahmad Rofiqhi Laming

 

Editor : Halo Jember
#bencana banjir #hujan