Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Musim Hujan Cegah Longsor, Fondasi Rel Diperhatikan

Halo Jember • Sabtu, 23 November 2024 | 00:00 WIB

 

ANTISIPASI: Petugas membersihkan drainase yang melintasi jalur kereta api antara Stasiun Ledokombo–Stasiun Sempolan, kemarin (18/11). (KAI DAOP 9 JEMBER)
ANTISIPASI: Petugas membersihkan drainase yang melintasi jalur kereta api antara Stasiun Ledokombo–Stasiun Sempolan, kemarin (18/11). (KAI DAOP 9 JEMBER)

HALOJEMBER - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga memprediksi, selama November ini sejumlah wilayah di Jatim, termasuk Jember, akan mengalami hujan dengan intensitas tinggi.

Agar tidak berdampak pada rel kereta api, PT KAI Daop 9 Jember melakukan berbagai langkah antisipasi. Salah satunya pengecekan secara rutin serta menyediakan alat dan material untuk siaga.

Manajer Hukum dan Humasda KAI Daop 9 Jember Cahyo Widiantoro mengatakan, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, sebagian wilayah mengalami curah hujan cukup tinggi.

Bahkan mencapai 400 milimeter per hari. Oleh sebab itu, mereka melakukan langkah antisipasi pencegahan bencana, untuk meminimalisasi gangguan operasional kereta.

Upaya yang dilakukan di antaranya melakukan normalisasi sungai dan drainase di sekitar jalur kereta, dengan pembersihan sampah dan tanah sedimentasi.

Langkah lainnya adalah penguatan fondasi jalur kereta api serta pemeriksaan dan penempatan petugas pada daerah pantauan khusus.

“Kami juga menempatkan petugas yang turut jalan di kabin masinis, untuk dapat memantau kondisi jalur secara aktual,” imbuhnya.

Selain itu, mereka juga menempatkan alat material untuk siaga (AMUS) di 8 lokasi, mulai dari Stasiun Pasuruan, Stasiun Probolinggo, Stasiun Klakah, Stasiun Tanggul, Stasiun Jember, Stasiun Kalisat, Stasiun Kalibaru, hingga Stasiun Ketapang. Barang tersebut berupa pasir dalam karung, bantalan rel, hingga perancah besi untuk penahan fondasi jalur.

“Sejumlah peralatan ringan hingga alat berat seperti multi tie tamper (MTT) dan ekskavator juga disiagakan untuk merawat kondisi jalur rel agar tetap aman,” terangnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Widodo Julianto mengatakan, berdasarkan ramalan cuaca BMKG, La Nina diprediksi mulai terjadi sejak November hingga Januari mendatang.

Jika melihat kondisi yang terjadi dalam sepekan terakhir, yakni hujan lebat dan angin kencang yang sering terjadi, fenomena La Nina sudah masuk ke Jember.

“Hampir setiap hari, setelah siang menjelang sore selalu turun hujan,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#longsor #kereta api #musim hujan