Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

AKI/AKB Jember Cukup Tinggi, Dinkes Jember Minta Terus Cek Kesehatan Bumil dan Asupan Nutrisi

Halo Jember • Kamis, 28 November 2024 | 21:00 WIB
Ilustrasi ibu hamil (Firefly Ilustration)
Ilustrasi ibu hamil (Firefly Ilustration)

HALOJEMBER - Angka kematian ibu dan angka kematian bayi (AKI/AKB) menjadi masalah yang tidak boleh luput dari perhatian. Kasusnya di Jember masih cukup tinggi.

Oleh sebab itu, berbagai upaya tetap harus dilakukan untuk menekannya. Salah satunya pemeriksaan rutin.

Berdasarkan data dari Profil Kesehatan Kabupaten Jember 2023, yang dikeluarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember pada Agustus 2024 lalu, diketahui pada tahun 2023 angka kematian ibu yang dilaporkan adalah 50 kasus.

Dengan perincian 20 kematian ibu hamil, 7 kematian ibu bersalin, serta 23 kematian ibu nifas. Dari jumlah tersebut, penyebab paling banyak adalah hipertensi, infeksi, perdarahan, komplikasi pascaaborsi, hingga cerebrovascular.

Sementara, AKB Jember 2023 lalu tercatat sebesar 10,4 bayi meninggal per 1.000 kelahiran hidup. Selama periode tersebut diketahui ada 33.297 kelahiran.

Dari jumlah tersebut, 345 di antaranya meninggal. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Diketahui pada 2022 hanya ada 287 kematian bayi.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember dr Hendro Soelistijono menyampaikan, salah satu upaya untuk mencegah AKI/AKB di Jember adalah melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check up secara berkala.

Salah satunya untuk mengecek kolesterol dan hipertensi yang dapat menjadi penyebab tingginya angka AKI/AKB.

“Pemeriksaan kolesterol, gula darah, dan hipertensi bisa dilakukan di puskesmas,” katanya.

Penyakit tidak menular itu dianggap lebih banyak ditemukan di Jember dibandingkan penyakit menular yang dialami bumil.

Apalagi, penyakit tidak menular juga dianggap sebagai silent killer. Tak jarang penderitanya tidak merasakan gejala apa pun.

Selain itu, upaya lainnya adalah melakukan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada keluarga rentan. Khususnya bagi ibu yang diketahui mengalami kekurangan kalori.

Langkah tersebut juga dianggap sebagai upaya mencegah stunting. “Ibu-ibu yang melahirkan anak stunting dan berpotensi menyebabkan AKI/AKB, kami cegah dengan meningkatkan gizinya,” tegasnya.

Kadinkes Jember

Angka Kematian Bayi dan Balita Jember

1. 2019 328
2. 2020 324
3. 2021 300
4. 2022 287
5. 2023 345

Perincian penyebab AKI Jember tahun 2023

20 kematian ibu hamil
7 kematian ibu bersalin
23 kematian ibu nifas

Sumber: Profil Kesehatan Kabupaten Jember 2023

(ham/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#jember #AKI 2024 #AKB #stunting