HALO JEMBER - Gus Miftah menjadi pendakwa yang cukup populer. Bahkan, dalam mendakwa dia tidak hanya ke kelompok pengajian. Tapi juga ke tempat hiburan malam. Cara tersebut mengingatkan kepada sosok almarhum Gus Miek dalam bedakwah.
Namun, akhir-akhir ini perkataan Gus Miftah dalam pengajian cukup membuat warganet sakit hati.
Pada potongan video ceramah Gus Miftah mengatakan, kata ‘Goblok’ kepada pedagang es teh saat pengajian. Ucapan itu sontak ramai. Tidak sekedar di mesdos, tapi juga pada acara pengajian itu.
"Es tehmu seh okeh ra? (Es teh mu masih banyak gak?) masih? Yo kono didol goblok (Ya sana dijual bodoh),” ucap Gus Miftah.
Pada potongan video tersebut, orang di samping Gus Miftah pun sampai terbahak-bahak. Tak sekedar itu, para penonton pun juga tertawa. Ucapan itu pun langsung disahuti oleh gelak tawa oleh para hadirin yang datang.
Gus Miftah lalu melanjutkan guyonan tersebut. "Dolen disek, nko lak durung payu, wes, takdir (Jual dulu, kalau belum laku, sudah, takdir)” ucap Gus Miftah.
Ucapan demikian, bisa jadi Gus Miftah melihat pedagang es teh yang dagangannya kurang laku-laku. Bahkan, dalam video tersebut pedagang es teh juga tampak berdiri menikmati isi ceramah, tapi tidak keliling.
Maksud dari ucapan Gus Miftah terhadap pedagang es teh, salah satunya adalah diperhatian para jamaah pengajian. Sehingga, laris dagangannya.
Gus Yusuf Chudlori, sahabat Gus Miftah, menanggapi soal tudingan tersebut.
Ia pribadi ada tepat di sebelah Gus Miftah ketika video tersebut diambil.
"Saat itu saya ada di samping beliau. Itu hanya guyonan biasa, bagian dari komunikasi Gus Miftah dengan jamaahnya," kata Gus Yusuf saat dihubungi awak media, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Cerita, Ada Pesan yang Menggetarkan dalam Film “Menjelang Ajal “
"Jangan langsung dihakimi tanpa melihat konteksnya secara utuh," jelasnya.
Ia menambahkan, Gus Miftah dikenal sering melarisi dagangan jamaah yang hadir di majelisnya.
"Beliau sering membantu pedagang kecil, bahkan dengan cara yang tidak terekam kamera. Jadi, harap bijak menilai," tambahnya.
Editor : Halo Jember