Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

AJI Jember Kampanye Antikekerasan Terhadap Perempuan, Akhiri Kekerasan Sejak di Meja Redaksi

Halo Jember • Jumat, 6 Desember 2024 | 18:15 WIB

 

AJI Jember bersama pemred, redaktur, dan tim digital Jawa Pos Radar Jember berfoto bersama setelah tanda tangan pakta integritas kampanye 16 hari antikekerasan terhadap perempuan. Rifki Bagus / RJ
AJI Jember bersama pemred, redaktur, dan tim digital Jawa Pos Radar Jember berfoto bersama setelah tanda tangan pakta integritas kampanye 16 hari antikekerasan terhadap perempuan. Rifki Bagus / RJ

HALOJEMBER - Kantor Jawa Pos Radar Jember menerima kunjungan Road Show Media Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jember, siang kemarin (3/12).

Redaksi Jawa Pos Radar Jember sepakat dan berkomitmen pada seruan yang dikampanyekan dalam Kampanye 16 Hari Antikekerasan Terhadap Perempuan (16HAKTP) itu.

Ketua AJI Jember Muhammad Ulil Albab menyampaikan, kantor berita Jawa Pos Radar Jember menjadi bagian media mainstream besar di Jember.

Sehingga, pemberitaan dan karya-karya jurnalistiknya memiliki pengaruh besar terhadap arus informasi di tengah masyarakat.

“Maka dari itu, kami menganggap perlu untuk berdiskusi dan membawa kampanye ini dengan Radar Jember,” ungkapnya.

Senada, anggota Divisi Gender, Anak, dan Kelompok Marginal AJI Jember, Zuhana A.Z, menuturkan, road show media tersebut adalah bagian dari upaya AJI Jember menyerukan tiga hal pokok kepada media-media di Jember. Termasuk media cetak seperti Jawa Pos Radar Jember.

Dijelaskan, seruan tersebut ialah agar perusahaan media, khususnya bagian redaksi, bisa menciptakan ruang aman bagi para jurnalis. Utamanya jurnalis perempuan.

“Termasuk adanya pendampingan apabila jurnalis mengalami kekerasan baik fisik, psikis, bahkan seksual,” paparnya.

Dia melanjutkan, dorongan agar redaksi Jawa Pos Radar Jember memberikan porsi pemberitaan yang setara terhadap isu perempuan dengan isu-isu yang lain. Baik politik ataupun hukum yang cenderung menjadi pemberitaan yang sering diangkat.

“Padahal banyak permasalahan sosial muncul yang berakar dari persoalan perempuan yang sering diabaikan dan itu penting untuk dikawal,” jelasnya.

Hana mengatakan, pihaknya berharap perusahaan pers juga menjadi rujukan berita positif bagi publik. Dengan tidak menjadikan perempuan korban kekerasan sebagai korban untuk yang kedua kalinya karena pemberitaan atau karya jurnalistik lainnya yang dibuat.

Dia berharap Jawa Pos Radar Jember bisa menjadi media yang adil gender dan tidak menormalisasi penggunaan diksi-diksi yang menstigma. “Mari akhiri kekerasan sejak di meja redaksi,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Jember Nur Hariri menyampaikan sepakat dengan seruan yang dibawa tersebut. Dijelaskan, redaksi Jawa Pos Radar Jember selalu terbuka dan senang dengan adanya ajakan diskusi yang substantif.

Isu tentang perempuan, kata dia, sudah mendapatkan porsi yang setara dengan isu lainnya. Baik di pemberitaan media cetak, daring, maupun sosial media yang dimiliki Jawa Pos Radar Jember. “Tentu kami terbuka dan akan terus membenahi apa yang harus dibenahi,” tuturnya.

Dia bersama redaktur, editor video, tim digital Jawa Pos Radar Jember, hingga admin media sosial Radar Jember lain sangat mengatensi seruan yang dibawa tersebut.

Bersamaan dengan itu, Hariri juga menandatangani pakta integritas mengenai tiga komitmen sesuai seruan yang dibawa AJI Jember. (sil/c2/dwi)

Editor : Halo Jember
#antikekerasan #jember #aji #perempuan