HALOJEMBER - Puncak arus mudik Natal dan tahun baru (Nataru) diperkirakan terjadi hari ini dan 28 Desember. Sementara, arus balik diprediksi terjadi pada 29 Desember dan 1 Januari 2025.
Kapolres Jember AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengingatkan agar masyarakat yang hendak mudik atau berpergian untuk berlibur memperhatikan beberapa hal.
Memastikan rumah dalam keadaan aman, semua pintu terkunci, hingga peralatan listrik ataupun kompor padam.
"Titipkan rumah ke petugas keamanan setempat agar ada yang tahu kalau rumah sedang kosong," pesannya saat ditemui seusai apel gelar pasukan Operasi Lilin di Polres Jember, kemarin (20/12).
Apabila menggunakan kendaraan pribadi, tambahnya, harus dipastikan dalam keadaan siap. Baik pengemudinya maupun kelengkapan dokumen-dokumen pengemudi dan kendaraan.
"Pastikan semua dalam keadaan siap," imbuhnya.
Dia mengimbau agar selama dalam perjalanan tetap mematuhi peraturan lalu lintas (lalin) dan selalu mengutamakan keselamatan.
"Semoga Natal dan tahun baru kali ini bisa dilewati dengan aman, tertib, dan lancar," ucap Bayu.
Kewaspadaan juga berlaku bagi para wisatawan yang hendak atau sedang berlibur, khususnya di tempat-tempat wisata alam.
Seperti di Pantai Payangan, Papuma, maupun Pantai Pancer Puger. "Cuaca ekstrem, debit air yang tinggi, juga ombak tinggi laut harus diantisipasi oleh wisatawan yang berlibur," urainya.
Dikatakan, perubahan cuaca pada musim hujan perlu menjadi kewaspadaan bersama. Dia mengimbau agar para wisatawan menghindari mandi di laut.
Sebab, ombak tinggi bisa datang tiba-tiba yang bisa berujung bencana. Di sisi lain, wisata alam lain yang perlu diwaspadai adalah air terjun.
Bayu mengatakan, di wilayah ketinggian di lereng gunung juga bisa berpotensi bencana. Air bah bisa datang sewaktu-waktu, sehingga antisipasi keselamatan dengan memperhatikan cuaca diperlukan. Misalnya di air terjun di wilayah Kecamatan Panti. (sil/c2/nur)
Editor : Halo Jember