HALOJEMBER - Mulai 17 Januari lalu sampai 26 Januari mendatang, BMKG Stasiun Meteorologi Juanda Sidoarjo memperingatkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jatim. Termasuk Jember.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Sebab, potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
Beberapa faktor yang memengaruhi kondisi itu antara lain aktifnya Monsun Asia, fenomena gelombang atmosfer Equatorial Kelvin, serta pertemuan dan perlambatan angin.
Semua faktor ini meningkatkan pembentukan awan hujan.
"Apalagi kondisi itu didukung oleh kelembapan udara yang tinggi dan atmosfer lokal yang labil," pesan BMKG melalui rilis pada Kamis (16/1) lalu.
Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk tetap waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Khususnya di daerah-daerah yang rawan terjadinya bencana saat cuaca ekstrem.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Widodo Julianto mengimbau kepada setiap pemangku kepentingan, termasuk lapisan masyarakat, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam.
Apalagi, sejak musim hujan, banyak potensi bencana di Jember.
"Kesiapsiagaan menghadapi bencana adalah tanggung jawab kita bersama," terangnya.
Dengan melakukan sejumlah langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana hidrometeorologi. Di antaranya normalisasi saluran irigasi dan melakukan perempesan pohon.
Pihaknya juga meninjau sejumlah alat early warning system (EWS) atau alat pendeteksi dini terjadinya bencana yang sudah terpasang di sejumlah sungai.
Dalam hal ini masyarakat juga diharapkan berperan aktif untuk melakukan mitigasi. (qal/c2/dwi)
Editor : Halo Jember