HALOJEMBER - TikTok sempat dihentikan selama 14 jam di Amerika Serikat, tepatnya mulai hari Sabtu , 18 Januari 2025 ketika malam hari.
Akan tetapi tidak sampai sehari, Amerika Serikat telah mengaktifkan kembali platform TikTok bertepatan dengan satu hari sebelum pelantikan Presiden Amerika Serikat yang ke-47, Donald Trump. Pelantikan Trump dilaksanakan di hari Senin, 20 Januari 2025.
Pemblokiran Terhadap TikTok, Aplikasinya Hilang di Google maupun App Store
Pemblokiran pada aplikasi TikTok adalah hasil dari undang-undang yang mengharuskan perusahaan ByteDance (pemilik aplikasi TikTok) untuk menjual aplikasi TikTok ke perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.
Apabila tidak, maka akan dilakukan larangan permanen atau pemblokiran. Akhirnya, hal tersebut terjadi, 170 juta pengguna TikTok di Amerika Serikat tidak bisa mengakses aplikasi ini.
Presiden Donald Trump mengatakan akan melakukan perpanjangan selama 90 hari kedepan, menurutnya itu adalah langkah yang tepat.
Sidang antara Mahkamah Agung Amerika Serikat dengan perusahaan ByteDance telah dilakukan sejak 10 Januari 2025.
Sidang tersebut mencuatkan akan kekhawatiran mereka terhadap keamanan nasional, seperti yang diketahui keduanya Amerika dan China sangat bersaing di bidang ekonomi.
Baca Juga: Siswa Perdesaan Dapat Kejutan dari Polres Jember, Makan Bergizi Gratis SDN Pocangan 01
Selama sembilan hari perusahaan ByteDance perlu untuk memutuskan apakah mereka mau menjual aplikasi TikTok ke perusahaan Amerika Serikat.
Namun, hingga tanggal 19 Januari 2025 menolak tawaran itu dan aplikasi ini pun tidak bisa diakses. Larangan ini menjadi hal yang pertama kali dilakukan pada platform media sosial besar di Amerika Serikat.
Karine Jean-Pierre sebagai Juru Bicara Gedung Putih menyampaikan bahwa tindakan lebih lanjut nantinya akan diserahkan pada pemerintahan Trump yang akan datang.
Selama TikTok dilarang, banyak masyarakat yang melakukan demonstrasi, supaya larangan itu dicabut oleh pemerintah.
Masyarakat juga ada yang menggunakan aplikasi baru bernama REDnote, dimana aplikasi tersebut memiliki fitur yang tidak jauh berbeda dengan TikTok.
Batalnya Pemblokiran, TikTok Kembali Pulih Akhirnya
Namun, TikTok kembali dipulihkan di Amerika Serikat, yakni 19 Januari 2025. Menjelang pelantikannya, Trump berkomentar bahwa kita tidak memiliki pilihan lain dan kita harus menyelamatkannya- dikutip dari Reuters.
Trump juga menambahkan bahwa pemerintah akan mencari joint venture untuk memulihkan aplikasi ini kembali. Ketika TikTok kembali dipulihkan, terdapat pesan pada pengguna yang berbunyi “As a result of President Trump's efforts, TikTok is back in the U.S.!”.
Artinya, berkat Presiden Trump, akhirnya Tiktok dapat kembali ke AS lagi. TikTok turut memberikan ucapan terimakasih kepada Trump karena sudah memberikan jaminan kepada penyedia layanannya.
Sebelumnya TikTok sudah beberapa kali mendapat pelarangan di Amerika Serikat, terkait kekhawatiran mereka pada data pengguna Amerika Serikat, disalah gunakan oleh perusahaan yang berbasis dari China ini.
Termasuk pada masa jabatan Trump di periode sebelumnya, tahun 2017-2021. Akan tetapi Trump telah mengatakan bahwa pemerintah akan membuat kesepakatan untuk melindungi Amerika Serikat, dia justru sempat memuji TikTok, karena TikTok adalah salah satu platform yang membantunya menarik pemilih muda di pemilu tahun 2024 lalu.
Sampai saat ini, TikTok akhirnya beroperasi kembali, dengan waktu yang belum ditentukan, dan Trump berencana untuk memperpanjangnya sebelum larangan hukum mulai berlaku.
Editor : Halo Jember