HALOJEMBER- Media sosial X ramai dengan tagar Indonesia Gelap atau #IndonesiaGelap sejak Senin, 17 Februari 2025. Tagar ini semakin meningkat setiap harinya, di hari senin cuitan mencapai sekitar 81.000 dan jumat 21 Februari 2025 meningkat menjadi 433.000 cuitan di X.
Tagar Indonesia Gelap yang hingar di X adalah bentuk slogan yang digunakan oleh warganet untuk menyebutkan berbagai masalah dalam 100 hari lebih pemerintahan era Presiden Prabowo Subianto- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain aksi menggema yang dilakukan di sosial media.
Masyarakat Indonesia, diawali dengan aksi mahasiswa seluruh Indonesia dan badan eksekutif mahasiswa seluruh Indonesia (BEM-SI) dengan Koalisi Masyarakat Sipil melakukan aksi demonstrasi bertajuk Indonesia Gelap di Jakarta 17 Februari 2025.
Baca Juga: Kembalikan Marwah Pemerintah Opini: Krisnanda Theo Primaditya
Lantas, apa yang melatar belakangi tagar #IndonesiaGelap menjadi trending?.
Tagar Indonesia gelap adalah sebuah tema unjuk rasa yang menuntut pertanggungjawaban atas kebijakan pemerintah yang dinilai kurang masuk akal dan tidak berpihak pada masyarakat luas.
Dikutip dari Tempo- Koordinator BEM-SI, yakni Satria Naufal mengatakan bahwa Indonesia Gelap itu bermakna sebagai ketakutan warga Indonesia terhadap nasib masa depan bangsa.
Menurutnya, dibawah kepemimpinan Prabowo kini masyarakat sering dibayangi oleh sejumlah isu dan kebijakan yang tidak mendukung kepentingan rakyat.
Maka dari itu, aksi Indonesia Gelap menjadi sebuah pengingat kepada pemerintah untuk kembali merumuskan kebijakan yang lebih baik dan masuk akal.
Baca Juga: Gaji Honorer Jember Jadi Sorotan Utama, Target Awal Maret Bisa Tuntas
Herianto, selaku Koordinator pusat aliansi BEM-SI menambahkan bahwa tagar tersebut bertujuan untuk menyerukan kepada pemerintah untuk lebih transparan.
Dikarenakan banyak kasus-kasus seperti dugaan korupsi dan HAM hak asasi manusia yang belum pernah diungkap sebelumnya.
Pemilihan tagar #IndonesiaGelap juga memperlihatkan bahwa terjadi kontradiksi antara cita-cita pemerintah terhadap generasi muda.
Sesuai dengan visi yang diusung Indonesia ketika akan merayakan 1 abad atau 100 tahun kemerdekaan pada 2045, Indonesia telah memunculkan dan berusaha untuk mewujudkan generasi Indonesia emas 2045.
Namun, apabila kita melihat tindakan pemerintah saat ini justru menghambat visi tersebut.
Per hari ini masyarakat Indonesia masih dibuat marah oleh kebijakan kontroversial yang dikeluarkan oleh pemerintah.
Baca Juga: Mengenal FOPO,Fenomena Takut Terhadap Omongan dan Opini Orang Lain
Para mahasiswa melakukan beberapa jenis tuntutan, diantaranya kebijakan pemangkasan anggaran, BEM SI menuntut adanya transparansi pembangunan, karena banyak proyek strategis nasional yang dianggap merugikan masyarakat.
Beberapa tuntutan lainnya seperti, hapus dwifungsi militer, reformasi polri, dan evaluasi total pada kebijakan makanan bergizi gratis (MBG) masih disuarakan.
Penolakan revisi UU Minerba dan Kejaksaan juga digaungkan oleh masyarakat sipil karena revisi ini dinilai menguntungkan oligarki tambang dan melemahkan independensi hukum.
Baca Juga: Nama Bang Pur Dijagokan PC IKA PMII Jember Nahkodai PB IKA-PMII di Munas VII Jakarta
Aksi ini dimulai dari 17 Februari 2025, hingga saat ini 21 Februari 2025. Terjadi demonstrasi di beberapa titik, diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Medan, Palembang, hingga Mataram.
Tuntutan aksi #IndonesiaGelap tentu didasarkan oleh sejumlah fakta dan data yang kuat. Gerakan ini mendesak para pemerintah juga DPR untuk merevisi beberapa kebijakan yang lebih berkepentingan kepada rakyat, bukan oligarki.
Mahasiswa, juga masyarakat sipil masih terus mengawal dan memastikan bahwa demokrasi tetap berada di jalur yang benar.
Penulis : Syahidah Dina Ilmasya
Editor : Halo Jember