HALOJEMBER- Senin (24/02/2025) Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program baru bernama Daya Anagata Nusantara atau Danantara, di Istana Negara, Jakarta. Beberapa pengusaha di penuhi tanggung jawab sebagai pimpinan dari program ini.
Dikutip dari Antara, Berikut merupakan jejeran Pengalaman Karir masing-masing pemimpin yg akan mengelola program kerja Danantara.
1. CEO atau Chief Executive Officer, Rosan Roeslani
Rosan Roeslani sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, yakni Badan Koordinasi Penanaman Modal resmi diberikan tanggung jawab untuk memimpin Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau (BPI Danantara). Dalam runtutan karirnya, Rosan Roeslani memiliki sejumlah pengalaman lain seperti ;
- Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2015-2021.
- Wakil Menteri BUMN periode 17 Juli-24 Oktober 2023.
- Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ke-21 periode 2021-2023.
- Ketua Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran di Pilpres 2024.
Berbagai pengalaman tersebut dan kedekatannya dengan Presiden Prabowo yang menjadi salah satu tolak ukur bahwa Rosan Roeslani terpilih sebagai CEO dari BPI Danantara. Dikutip dari e-LHKPN jumlah kekayaan Rosan Roeslani tembus mencapai Rp. 864.649.182.834 di tahun 2024 bulan November. Rincian tersebut meliputi tanah dan bangunan,surat berharga, alat transportasi dan mesin, juga harta lain-lain yang senilai Rp. 253.743.499.451. Kekayaan yang tinggi itu juga diraih karena dalam keterangannya, Rosan Roeslani tidak memiliki utang.
2. CIO atau Chief Investment Officer, Pandu Patria Sjahrir
Sebagai CIO BPI Danantara saat ini, karier Pandu Patria Sjahrir juga merangkap di bidang-bidang lain, yakni sebagai ;
- Komisaris PT Toba Bara Sejahtera (TBS) Energi Utama Tbk periode 2010-sekarang
- Komisaris PT Admitra Baratama Nusantara periode 2013-sekarang
- Komisaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2016-2020
- Ketua Umum Asosiasi Fintech Indonesia periode 2021-sekarang
- Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran 2024
Seorang pebisnis sukses, Pandu Patria Sjahrir dipilih oleh Presiden Prabowo menjadi CIO BPI Danantara. Selain karirnya di dunia bisnis, Keponakan Luhut ini memiliki latar belakang pendidikan yang sangat bagus. Pandu Patria Sjahrir merupakan lulusan University of Chicago AS dan Stanford Graduate School of Business. Diperkirakan kekayaan dari Pandu Patria Sjahrir mencapai 16,2 Triliun, dikarenakan dia juga memimpin hampir 100 perusahaan yang ada di kawasan Asia Tenggara dalam 7 tahun terakhir.
3. COO atau Chief Operating Officer, Dony Oskaria
Selain menjabat sebagai COO BPI Danantara, Dony Oskaria memiliki beberapa pengalaman dalam memimpin perusahaan maupun lembaga, diantaranya;
- Komisaris PT Garuda Indonesia periode 2014-2019
- Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2020-2021
- Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (In Journey) periode 2021-2024
- Wakil Menteri BUMN periode 2024-2029
- Wakil Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2020-2021
Berdasarkan LHKPN, Dony Oskaria memiliki sejumlah kekayaan yang terhitung per akhir 2023, yakni sebesar Rp. 28,8 miliar. Dalam rinciannya, Dony Oskaria memiliki aset tanah dan bangunan di Jakarta juga Padang. Aset terbesarnya ada di Jakarta, yakni senilai Rp. 8 miliar. Selain itu, Dony memiliki transportasi senilai Rp. 2,27 miliar, ditambah dengan surat berharga Rp. 17,62 miliar dan harta bergerak lainnya sebesar Rp. 840 juta.
4. Dewan Pengawas, Erick Thohir
Erick Thohir resmi menjadi dewan pengawas dalam BPI Danantara, dirinya juga tengah memimpin sebagai Ketua Umum PSSI periode 2023-2027. Selain itu, terdapat beberapa pengalaman dirinya yakni sebagai berikut;
- Presiden Asosiasi Bola Basket Asia Tenggara periode 2006-2019
- Mendirikan Mahaka Media dan menjabat sebagai komisaris utama periode 2010-2019
- Pendiri Mahaka Group dan Direktur Utama ANTV periode 2013-2019
- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2024-2029
Erick Thohir secara rutin menyerahkan laporan harta kekayaannya, hal itu mencerminkan transparansi yang patut untuk diikuti dan memperlihatkan bahwa komitmennya untuk mendukung integritas dalam jabatannya. Menurut LHKPN, kekayaan Erick Thohir berjumlah Rp. 2. 313.421.974.354 atau setara dengan Rp. 2, 31 triliun dalam laporan yang disahkan Maret 2024. Namun, dirinya juga memiliki hutang sebesar Rp. 203.762.084.147. Kekayaan tersebut, terdiri dari aset tanah dan bangunan, transportasi, surat berharga, serta harta bergerak lainnya. Sebelum diangkat menjadi seorang menteri BUMN, Erick Thohir bergerak di bidang bisnis, termasuk dalam olahraga dan media. Maka, kekayaan Erick Thohir turut menggambarkan sejumlah portofolio mengenai dirinya.
5. Wakil Ketua Dewan Pengawas, Muliaman Hadad
Partner dari Erick Thohir ini untuk mengawasi BPI Danantara, turut memiliki sejumlah pengalaman dalam bidang perusahaan diantaranya;
- Deputi Gubernur Bank Indonesia periode 2006-2012
- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan periode 2012-2017
- Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Undip 2016-2021
- Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP)untuk Swiss merangkap Liechtenstein periode 2018-2023
- Komisaris Independen di PT Astra Internasional Tbk sejak 2023-sekarang
Awalnya, Prabowo telah melantik Muliaman sebagai Kepala Danantara dengan wakilnya Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang Senin (21/10/2024). Namun, dirinya menjadi pimpinan tertinggi Danantara hampir 4 bulan dan digantikan oleh Rosan Roeslani.
Disamping pengalamannya dalam menjabat di sektor pemerintahan, Muliaman merupakan lulusan dari Harvard University dan Monash University di Melbourne, Australia.
Merujuk pada laporan harta kekayaannya yang terbaru, Muliaman tercatat sebagai Komisaris Utama BSI di tahun 31 Maret 2024 dengan harta berjumlah Rp. 42.317.590.493. Dirinya juga mengaku dalam LHKPN kalau memiliki 18 bidang tanah yang tersebar di beberapa tempat, diantaranya di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Bogor, Bekasi, hingga di luar negeri, Australia.
Danantara telah resmi dibentuk dan diluncurkan pada 24 Februari 2025. Di saat peluncuran kebijakan ini, terjadi dua respon yang berbeda dari masyarakat Indonesia. Terdapat dua dukungan sekaligus kekhawatiran yang muncul dari masyarakat. Kekhawatiran muncul dari tata kelola, transparansi, dan dampak yang potensinya sangat beresiko. Sentimen ini akan terus berkembang seiring Danantara beroperasi dan menunjukan hasil dari kebijakan tersebut. Masyarakat akan menilai dari sebuah bukti dan kerja nyata, bukan perihal janji belaka.
Penulis : Syahidah Dina Ilmasya