HALOJEMBER – Band Sukatani menolak tawaran Kapolri untuk menjadi duta kepolisian. Kabar itu disampikan oleh band punk asal Purbalingga melalui unggahan di akun instagram mereka.
Dalam unggahan tersebut, Sukatani mengabarkan kondisi mereka pasca kasus klarifikasi terkait lagu berjudul Bayar Bayar Bayar.
Sukatani mengaku jika mendapat banyak tekanan dan intimidasi akibat lagu tesebut, sehingga memutuskan untuk membuat video permohonan maaf.
”Tekanan dan intimidasi dari kepolisian terus kami dapatkan, hingga akhirnya video klarifikasi atas lagu berjudul Bayar Bayar Bayar kami unggah melalui media sosial,” tulis Sukatani.
Video tersebut berhasil menarik banyak perhatian publik dan viral di media sosial. Sukatani mendapat banyak dukungan dari masyarakat. Sementara itu Polri terus dihujani kritik dari publik . Kemudian Kapolri bahkan menawarkan agar Sukatani menjadi duta Polri.
”Banyak sekali tawaran-tawaran kepada Twister Angel (personel Sukatani) akibat respons dari adanya pemecatan. Bahkan khususnya kepada Sukatani, tawaran menjadi duta polisi dari kapolri, dengan itu kami menolak dengan tegas tawaran menjadi duta kepolisian tersebut,” unggah mereka.
Melansir dari Jawa Pos sebelumnya Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak Band Sukatani untuk menjadi duta Polri. Sigit mengungkapkan, Sukatani bisa menjadi duta Polri sekaligus membantu Polri untuk terus berbenah diri.
Sehingga di kemudian hari tidak ada lagi polisi yang melakukan pelanggaran atau melakukan hal-hal yang menyimpang.
”Nanti kalau Band Sukatani berkenan akan kami jadikan juri atau band duta, untuk Polri terus membangun kritik demi koreksi dan perbaikan terhadap institusi dan juga konsep evaluasi secara berkelanjutan terhadap perilaku oknum Polri yang masih menyimpang,” terang dia kepada awak media pada Minggu pekan lalu (23/2).
Menurut Sigit, hal itu merupakan bagian dari komitmennya Polri yang tidak antikritik. Dia menegaskan Korps Bhayangkara saat ini menerima dan terbuka dengan seluruh bentuk saran dan masukan. Tidak terkecuali kritik Sukatani lewat lagu Bayar Bayar Bayar.
”Ini bagian dari komitmen kami untuk terus berbenah menjadi organisasi yang bisa betul-betul adaptif menerima koreksi untuk bisa menjadi organisasi modern yang terus melakukan perubahan dan perbaikan menjadi lebih baik,” kata Sigit.
Editor : Halo Jember