HALO JEMBER – Ramadan produktif dan Ramadan berbagi menjadi tema dalam kegiatan Safari Ramadhan Pendidikan di SMKN 5 Jember, Selasa kemarin (11/3).
Acara yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim, kepala sekolah, hingga Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) mulai dari Probolinggo, Jember, hingga Banyuwangi tersebut juga menekankan memantau perkembangan anak didik walau libur Ramadan.
Pada acara tersebut, diawali dengan membagikan santunan kepada anak yatim, petugas kebersihan, hingga satpam SMKN 5 Jember. Tidak lupa juga ada bingkisan Ramadan kepada perwakilan guru dan tenaga kependidikan Kabupaten Jember.
“Tidak ada salahnya berbagai ke petugas kebersihan hingga keamanan sekolah. Karena mereka membuat sekolah nyaman. Tanpa mereka, tidak mungkin guru berjibaku dengan mengajarkan ilmu serta berjibaku menargetkan kebersihan sekolah,” papar Kepala Dispendik Jatim Aries Agung Paewai.
Aries juga menekankan bahwa kepala sekolah hingga kacabdin juga perlu turun ke masyarakat mengetahui apakah ada anak putus sekolah di lingkungannya.
“Tugas kita sebagai tenaga pendidik menjemput dan mengedukasi untuk mengajak kembali ke sekolah. Ini juga bagian berkah pada Ramadan. Tidak hanya menyantuni, tapi memastikan anak putus sekolah itu melanjutkan sekolah,” terangnya.
Aries juga menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Jatim Khofifah Parawansa tidak bisa ikut Safari Ramadan Pendidikan di Jember. Bagi gubernur, kegiatan ini sangat baik, apalagi juga ada penekanan pada Ramadan tenaga pendidik tetap produktif dalam menjaga mutu pendidikan.
Aries menjelaskan, berkaca pada libur Ramadan tahun-tahun sebelumnya, banyak anak didik salah jalan. Setelah Tarawih ataupun sebelum sahur, mereka berkeliaran di jalan.
Bahkan, ada yang sampai sedih karena meninggal dunia akibat balapan liar. Oleh karena itu, pihaknya mencanangkan Ramadan kali ini harus produktif.
“Anak-anak bisa produktif menjalankan ibadah, tadarus, dan lainnya. Anak-anak bisa menyampaikan hasil libur Ramadan lewat berbagai media. Saya yakin guru ini punya banyak ide. Apalagi guru juga pernah melampaui pembelajaran saat pandemi Covid-19,” tuturnya.
Baca Juga: Melihat Lebih Dekat Edu Garden di SMKN 5 Jember, Senangnya Berwisata sambil Belajar
Pihaknya juga mengingatkan untuk senantiasa menjaga mutu pendidikan.
“Provinsi lain berlomba-lomba anak didiknya bisa masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Maka, Jatim juga harus punya semangat yang sama, walaupun Jatim lima tahun berturut-turut menjadi tertinggi peserta didiknya masuk PTN dan sekolah kedinasan,” tutup Aries. (ika/c2/dwi) Baca Juga: Mengenal Vini Vidi Vici, Atlet Tinju Putri dari SMKN 5 Jember
Editor : Dwi Siswanto