Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Suwar Suwir

Alasan Pengusaha Penggilingan Padi Diminta Jual Beras ke Bulog

Dwi Siswanto • Rabu, 19 Maret 2025 | 04:05 WIB

 

 

Lahan pertanian di Jember menjadi penopang ketahanan pangan (MAULANA/RADAR JEMBER)
Lahan pertanian di Jember menjadi penopang ketahanan pangan (MAULANA/RADAR JEMBER)

HALO JEMBER – Ketahanan pangan menjadi salah satu program nasional yang terus digenjot pemerintah. Kesuksesan ketahanan pangan juga perlu didukung setiap daerah.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, urusan pangan bukan hanya menjadi program pemerintah pusat hari ini.

Namun, sudah menjadi salah satu janji program kerjanya saat pencalonannya bersama Wabup Djoko Susanto pada Pilkada Jember 2024 kemarin.

“Kami sudah berkomitmen untuk mendukung program ketahanan pangan ini,” katanya kepada wartawan, belum lama ini.

Belum genap sebulan menjabat, Fawait mengaku telah melakukan sejumlah hal untuk mendukung urusan pangan tersebut. Salah satunya ia mengeluarkan surat edaran (SE) bupati yang meminta kepada para pengusaha penggilingan padi di Jember agar menjual sedikitnya 20 persen hasil penggilingannya ke Bulog.

“Kepada pengusaha penggilingan padi atau selep keliling di Jember, kami minta 20 persen dari produksi mereka untuk diberikan atau dijual kepada Bulog,” harap Fawait.

Menurut dia, langkah itu sudah sejalan dan telah sebagaimana petunjuk yang didapatkan dari pemerintah pusat.

“Itu amanah dari pemerintah pusat. Kami menguatkan saja apa-apa yang menjadi perintah dari pusat. Dan, kami merah putih, kami tunduk dan kami siap menyukseskan ketahanan pangan ini,” imbuh Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) itu.

Urusan ketahanan pangan sebelumnya sempat disinggung oleh Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jawa Timur Jumantoro. Ia menegaskan, peran Bulog selama ini cukup lemah dalam menyerap beras dari petani.

Sebab, ia menilai hal itu yang kemudian mendasari pemerintah hobi impor beras. Selain itu, ia juga berharap ada pengaturan harga yang fair untuk petani. Mengingat ongkos produksi pertanian yang terus membengkak.

“Kembalikan peran dan fungsi Bulog itu sebagai lembaga penyanggah ketahanan pangan, tidak usah perum. Karena seharusnya gudang Bulog itu diisi beras petani. Bukan beras impor yang membuat rusaknya harga gabah petani saat panen. Dan, tidak kalah penting, butuh kreativitas pemda untuk memberdayakan petani Jember ini,” harapnya. (mau/c2/dwi) Baca Juga: Promo Flash Sale Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran 2025, Cek Syarat dan Ketentuannya

 

 

Editor : Dwi Siswanto
#bulog #pertanian