HALOJEMBER - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pada dasarian III Maret, yakni mulai tanggal 21 hingga 31 Maret 2025 yang diprediksi melanda 15 wilayah di Indonesia.
Potensi banjir ini terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang dipicu berbagai faktor seperti dinamika atmosfer yang tengah berlangsung saat ini hingga selama satu pekan ke depan.
Salah satu pemicu timbulnya potensi banjir ini adalah adanya bibit siklon tropis 91S yang saat ini terpantau di Samudra Hindia, tepatnya di sebelah sebelah barat daya Lampung.
Bibit siklon tropis 91S ini memiliki kecepatan angin maksimum 35 knot (65 km/jam) dengan tekanan minimum 999 hPa, dan saat ini berada di dalam pemantauan TCWC (Tropical Cyclone Warning Centre) Jakarta.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan adanya bibit siklon ini memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama 24 jam di beberapa wilayah Indonesia.
Bibit siklon merupakan pusat di mana tekanan rendah dapat mempengaruhi pola cuaca di wilayah sekitarnya. Artinya, di wilayah yang dilalui bibit diklon ini akan mengalami perubahan tekanan udara yang signifikan.
Selain itu, adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) turut memperparah kondisi cuaca di Indonesia pada periode Dasarian III Maret tahun ini. Diprakirakan, MJO akan memasuki fase ketiga dalam tiga hari ke depan.
Menurut BMKG, MJO merupakan suatu gelombang di lapisan troposfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode kurang lebih 30-60 hari. Fenomena inilah yang menjadi faktor kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.
BMKG pun merinci 15 wilayah yang berpotensi mengalami banjir selama periode 20-31 Maret 2025, antara lain:
- Aceh
- Sumatera Utara
- Banten
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Jawa Timur
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Selatan
- Sulawesi Selatan
- Sulawesi Tengah
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua
BMKG mengimbau kepada masyarakat di wilayah yang terdampak agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi, seperti banjir bandang hingga tanah longsor yang diakibatkan curah hujan yang tinggi.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui saluran resmi BMKG, seperti laman web www.bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG, serta akun media sosial @infoBMKG.
Periode Dasarian III Maret hingga April ini memang menjadi waktu rawan terjadi bencana hidometeorologi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama wilayah yang memiliki topografi perbukitan, daerah aliran sungai (DAS), serta wilayah pesisir pantai.
Dengan demikian, BMKG akan terus memperbarui informasi terkini perkiraan cuaca serta potensi bencana secara berkala demi meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Penulis: MG25 Hafidzah Aulia Salsabila
Editor : Halo Jember