KEPATIHAN, Radar Jember – Kuota calon jemaah haji (CJH) Jember tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan ini disebabkan oleh sistem urutan porsi yang mengacu pada tahun pendaftaran, yakni dari Desember 2011 hingga Juni 2012. Akibatnya, jumlah calon jemaah yang berangkat tahun ini lebih sedikit.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Jember Nur Sholeh membenarkan adanya pengurangan kuota haji reguler untuk wilayah Jember.
“Tahun lalu jumlah kuota haji reguler mencapai 2.504 orang. Namun, untuk tahun ini hanya sebanyak 2.242 orang,” terangnya.
Ia menjelaskan, pengurangan kuota haji reguler sebanyak 262 tersebut tidak semata-mata karena pemotongan dari pemerintah pusat. Melainkan karena berdasarkan urutan pendaftaran yang sesuai dengan sistem antrean nasional.
"Porsi yang berangkat tahun ini adalah mereka yang mendaftar antara Desember 2011 hingga Juni 2012," jelasnya.
Menurut Nur Sholeh, sistem urutan porsi tetap dijalankan dengan ketat demi keadilan bagi seluruh calon jemaah. Meskipun ada kuota tambahan nasional, itu pun sudah dialokasikan ke beberapa daerah yang masa tunggunya lebih panjang. Selain itu, memiliki faktor prioritas tertentu seperti CJH yang masuk usia lansia.
Sementara itu, pihak Kemenag Jember terus melakukan sosialisasi kepada para calon jemaah haji yang belum berangkat. Mereka diimbau untuk tetap bersabar dan menjaga kesiapan fisik maupun administrasi selama menunggu giliran.
“Tentunya kami juga berharap kuota haji bisa kembali ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya. Tapi, semua bergantung pada kebijakan pemerintah pusat dan kesepakatan antara Indonesia dengan Arab Saudi,” tambah Nur Sholeh.
Selain itu, Kemenag Jember juga terus mempersiapkan tahapan-tahapan pemberangkatan bagi 2.242 CJH yang akan diberangkatkan tahun ini. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pelunasan biaya haji, hingga bimbingan manasik yang wajib diikuti seluruh jemaah. Pihaknya juga mengingatkan agar para CJH mematuhi segala ketentuan yang berlaku. Termasuk dalam hal administrasi dan disiplin mengikuti jadwal.
Baca Juga: Sejarah Karpet Permadani. Barang yang Selalu Diburu Jemaah Haji Indonesia
"Kami ingin memastikan semuanya berjalan lancar tanpa kendala," paparnya. Sementara, kegiatan bimbingan haji juga mulai berlangsung, seperti di aula PPK Kecamatan Mayang pada Minggu (13/4) kemarin. (dhi/c2/dwi) Baca Juga: ‘Cinta Ditolak Dukun Bertindak’. Ini Lima Nama Pelet atau Mantra Pengasihan untuk Percintaan
Editor : Dwi Siswanto