Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Biografi Gus Miek, Ulama yang Terkenal Dikalangan Preman dan Penjudi

Halo Jember • Selasa, 22 April 2025 | 03:00 WIB
Foto profil Gus Miek
Foto profil Gus Miek

HALOJEMBER - Hamim Tohari Djazuli atau yang lebih dikenal dengan Gus Miek adalah seorang pendiri amalan dzikir Jamaah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan Sema'an Jantiko Mantab.

Ia adalah anak kandung dari K.H. Ahmad Djazuli Utsman, pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Ploso, Mojo, Kediri, Jawa Timur.

Gus Miek adalah seorang ulama yang terkenal dengan metode dakwahnya yang unik. 

Ia adalah seorang yang sangat terkenal di kalangan guru sufi, kiai-kiai NU, birokrat, seniman, aktivis, hingga di kalangan preman dan bandar judi.

Masa Kecil Gus Miek

Gus Miek adalah putra ketiga dari enam bersaudara dari pasangan K.H Djazuli Utsman dan Nyai Rodhiyah. Seorang yang mempunyai nama masa kecil Amiek ini lahir dan besar di Kediri.

Meskipun terlahir sebagai putra pendiri pesantren, ia justru menghabiskan sebagian besar hidupnya di luar tembok pesantren untuk mengamalkan ilmunya dan berdakwah.

Semasa kecil, ia sempat menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat (SR). Namun, ia tidak lulus karena sering membolos.

Dalam mempelajari ilmu agama, Gus Miek membaca al-Qur'an dibimbing oleh ibunya secara langsung sebelum diserahkan kepada Ustadz Hamzah.

Sedangkan dalam pendidikan belajar kitab, Gus Miek beserta para saudaranya diajar langsung oleh ayahnya, K.H. Ahmad Djazuli Utsman.

Pada umur 13 tahun, Gus Miek melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Tetapi ia tiba-tiba kembali pulang setela hanya 16 hari berada di pondok. Kepulangannya yang mendadak itu sempat membuat resah orang tuanya.

Gus Miek mampu membuktikan dirinya menguasai beberapa kitab, seperti kitab Tahrir (kitab fiqh tingkat dasar), Fathul Mu'in (kitab fiqh tingkat menengah), hingga Shahih Bukhari dan Shahih Muslim (kitab hadis).

Hal ini lah yang kemudian membuat kedua orangtuanya yakin bahwa Gus Miek memiliki karomah (kelebihan) kewalian sejak kecil.

Dakwah Gus Miek

Selain dikenal sebagai seorang ulama besar, Gus Miek juga dikenal sebagai orang yang nyeleneh dan memiliki cara dakwah yang nyentrik.

Ia lebih menyukai dakwah di tempat-tempat orang yang melakukan maksiat seperti diskotik atau klub malam dibandingkan mengajar santri di pesantren seperti kiai-kiai pada umumnya.

Hampir tiap malam ia menyusuri jalan-jalan di Jawa Timur keluar masuk klub, bahkan nimbrung dengan tukang becak dan penjual kopi di pinggiran jalan hanya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada mereka yang sedang dalam kegelapan.

Ajaran-ajaran Gus Miek yang terkenal adalah “suluk jalan terabas” atau dalam bahasa indonesia-nya pemikiran jalan pintas.

Meskipun Gus Miek masuk ke tempat-tempat maksiat, ia datang bukan untuk mengikuti arus mereka, tetapi merekalah yang perlahan-lahan terseret arus setelah mendengar cerita Gus Miek.

Oleh sebab itu, Gus Miek dicintai oleh siapapun dan dari kalangan manapun. Gus Miek wafat pada usia yang cukup muda, yakni 53 tahun. Ia meninggal dunia di Surabaya pada 5 Juni 1993.

Ulama yang terkenal akan sifatnya yang eksentrik ini masih tetap dihormati sampai akhir hayatnya, ia dihormati karena nasihat-nasihatnya yang masih terus menyala dan menuntun umatnya untuk terus mengingat Allah SWT.


 

Penulis: MG25 Hafidzah Aulia Salsabila

Editor : Halo Jember
#gus miek #ulama #jawa timur #dakwah