HALO JEMBER, Radar Jember – Sebanyak 2.241 calon jamaah haji (CJH) asal Kota Suwar-suwir dijadwalkan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada pertengahan Mei mendatang.
Proses persiapan telah memasuki tahap akhir, termasuk pelaksanaan manasik haji dan pemeriksaan kesehatan menyeluruh bagi seluruh jamaah.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jember, Nur Sholeh mengatakan, dari total CJH Jember, terdapat 208 orang yang ditetapkan sebagai pendamping jamaah lansia.
Pendamping ini dipilih melalui mekanisme khusus yang telah diatur oleh Kemenag. Di antaranya mempertimbangkan faktor kedekatan keluarga dan kondisi kesehatan calon jamaah haji yang berusia lanjut.
Menurutnya, tidak semua yang mendaftar sebagai pendamping CJH lansia bisa langsung disetujui. Harus ada bukti administrasi yang menyatakan adanya hubungan keluarga langsung, seperti anak kandung, saudara kandung, atau menantu yang muhrim.
Selain itu, pendamping diperuntukkan bagi jamaah lansia yang memiliki keterbatasan fisik tertentu. Seperti ketidakmampuan berjalan jauh atau memiliki kondisi medis serius.
“Penentuan jamaah lansia yang berhak mendapatkan pendamping dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan dan penilaian administratif dari tim medis dan Kemenag Jember,” jelasnya.
Kehadiran pendamping sangat penting untuk memastikan jamaah lansia dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan tenang.
Para pendamping akan bertugas tidak hanya selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, namun sejak proses keberangkatan hingga kembali ke tanah air.
“Fungsi pendamping ini tidak bisa dianggap sepele. Mereka membantu mengurus kebutuhan jamaah lansia, memantau kesehatan, hingga memastikan tidak terjadi kendala saat menjalankan ritual haji,” imbuhnya.
Baca Juga: Penjelasan Kuota Haji Jember yang Berkurang
Selain fokus pada jamaah lansia, Kemenag juga terus memberikan edukasi intensif kepada seluruh CJH melalui kegiatan manasik haji. Materi manasik meliputi tata cara ibadah, kondisi cuaca di Arab Saudi, serta simulasi perjalanan dari hotel ke lokasi ibadah agar para jamaah dapat lebih siap secara fisik dan mental.
Dengan waktu keberangkatan yang semakin dekat, maka seluruh pihak yang terlibat, termasuk petugas haji daerah, tim kesehatan, dan penyelenggara travel untuk memastikan semua aspek teknis berjalan tanpa hambatan. “Ini sudah mau tahap akhir, 26 April nanti akan dilaksanakan manasik haji akbar,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Dwi Siswanto