Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

HPI JEMBER: Harapkan JFC Tingkatkan Destinasi Wisata, bukan Hanya Hotel Saja.

Dwi Siswanto • Kamis, 24 April 2025 | 04:13 WIB
SAMPAIKAN ASPIRASI: Ketua DPC  HPI Jember Hasti Utami (tengah) menyampaikan sejumlah kritik dan masukan kepada Komisi B DPRD Jember mengenai pariwisata saat ada event JFC.
SAMPAIKAN ASPIRASI: Ketua DPC HPI Jember Hasti Utami (tengah) menyampaikan sejumlah kritik dan masukan kepada Komisi B DPRD Jember mengenai pariwisata saat ada event JFC.

HALO JEMBER, Radar Jember - Multiplier effect gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) memang begitu terlihat dari perputaran ekonomi para pedagang hingga okupansi hotel dan penginapan. Namun, keramaian itu dinilai hanya terpusat di kota. Sementara di daerah pinggiran terasa anyep.

Ketua DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Jember Hasti Utami mengatakan, selama pelaksanaan JFC, destinasi-destinasi wisata di Jember seperti tidak ada dampaknya.

Pasca-digelarnya perhelatan skala internasional itu pun, nyaris tak ada peningkatan pengunjung. Dia mengakui bahwa JFC adalah kebanggaan yang membawa nama Jember ke tingkat dunia. “Tapi secara pariwisata itu masih belum.

Artinya, PR kita bersama,” kata dia dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi B DPRD Jember, kemarin (22/4).

Menurutnya, anggaran miliaran yang diberikan untuk gelaran JFC seharusnya juga bisa menjadi menara air bagi pelaku wisata di daerah. Pelaksanaannya yang singkat tapi diharapkan bisa berdampak luas.

“Bagaimana event yang singkat ini bisa menjadi mercusuar bagi kapal-kapal di Jember lainnya untuk tidak hanya nonton JFC, tapi untuk berinvestasi dan bertamasya di Jember minimal,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jember Bambang Rudiyanto mengatakan, pihaknya belum memiliki data riil di lapangan mengenai angka kunjungan wisata di Jember menjelang hingga pascagelaran JFC.

Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa peran pemkab sangat dibutuhkan untuk mengangkat destinasi wisata di tengah gelaran JFC. Para pengunjung dari berbagai daerah hingga warga internasional bisa mengetahui dan berminat mengeksplorasi wisata yang ada di Jember.

“Itu butuh peran semua OPD. Tidak mungkin Disparbud dengan segala keterbatasannya, dan tentunya unsur pentahelix,” tutur mantan kepala Dinas Tenaga Kerja itu.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jember Candra Ary Fianto menyinggung usulan agar JFC bisa sesekali digelar di lokasi wisata. Supaya bisa sembari memperkenalkan secara langsung destinasi wisata milik Jember.

“Kalau sarana prasarana tidak mencukupi, ya, mungkin kajian kami nanti akan tetap JFC dilaksanakan di kota seperti sebelum-sebelumnya,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PHRI Jember Tegoeh Soeprajitno mengatakan, persentase okupansi hotel tersebut didapatkan dari sejumlah hotel yang berada di sekitar lokasi JFC. Secara umum, kenaikan okupansinya pada gelaran JFC 2024 lalu cukup signifikan. “Ada hotel yang mengalami kenaikan sebanyak 100 persen,” ungkapnya. (sil/c2/dwi)

 

 

Editor : Dwi Siswanto
#hpi #hotel dan penginapan #wisata #jfc