Edufun Fact Ekonomi dan Bisnis Fashion Halotech Health Hukum dan Kriminal Info Loker Infotainment Jtizen Lifestyle Movie Musik News Opini Otomotif Pemerintahan Plesir & Kuliner Politik Puisi Seni & Budaya Sport Suwar Suwir

Cerita Prajurit Kostrad Gugur Saat Hindari Ledakan di Tol Gempol

Dwi Siswanto • Jumat, 9 Mei 2025 | 02:19 WIB
PASTIKAN AMAN: Petugas TNI berada di lokasi truk muatan amunisi TNI yang terbakar di ruas tol Gempol, Senin malam. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
PASTIKAN AMAN: Petugas TNI berada di lokasi truk muatan amunisi TNI yang terbakar di ruas tol Gempol, Senin malam. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

HALO JEMBER - Sebuah truk TNI milik Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 509/BY/2 Kostrad mengalami insiden tragis saat melintas di Tol Gempol-Pasuruan, Jawa Timur. 

Kendaraan yang tengah dalam perjalanan pulang dari misi di Papua ini membawa muatan amunisi dan mortir ketika mendadak terbakar dan meledak, mengakibatkan satu prajurit TNI AD gugur dan satu lainnya luka berat.

Peristiwa terjadi ketika konvoi sembilan kendaraan taktis milik Kostrad bergerak dari Dermaga Tanjung Perak, Surabaya, menuju markas di Jember. 

Ketika memasuki KM 774 Tol Gempol-Pasuruan, salah satu truk mengalami korsleting listrik, memicu api dari bagian belakang kendaraan. 

Tak lama kemudian, ledakan hebat terjadi yang menghentikan laju kendaraan di sekitarnya.

Dua personel yang berada di dalam truk, yakni Serka Untung Avisilia dan Serma Y.L. Dhino Adi S, segera berupaya menyelamatkan diri. 

Namun karena kondisi jalan tol yang gelap dan minim visibilitas, keduanya melompat ke sisi jalan tanpa menyadari bahwa daerah tersebut merupakan underpass sedalam sekitar 8 meter. 

Akibat jatuh dari ketinggian tersebut, Serka Untung mengalami luka serius dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Pusdik Bhayangkara Porong. 

Sementara itu, Serma Dhino mengalami patah tulang paha kanan dan masih dirawat intensif.

Komandan Kodim 0819 Pasuruan, Letkol Arh Noor Iskak, menyatakan bahwa korban tidak meninggal karena ledakan, melainkan karena cedera akibat terjatuh saat berusaha menghindari bahaya ledakan. 

“Insting tempur mendorong mereka untuk berlindung, sayangnya lokasi yang dituju adalah jurang,” jelasnya.

Usai kejadian, jalur Tol Gempol-Pasuruan dan arah Malang sempat ditutup untuk evakuasi dan penyisiran sisa-sisa amunisi oleh tim Gegana Brimob Polda Jatim. 

Tim pemadam kebakaran juga segera melakukan pemadaman di lokasi kejadian. Saat ini, data lengkap mengenai jumlah dan jenis amunisi yang terbakar masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.

Insiden ini menjadi pengingat akan bahaya laten yang dihadapi personel militer bahkan di luar medan tempur, serta pentingnya standar keselamatan dalam pengangkutan bahan peledak. 

Pemerintah dan institusi terkait diharapkan dapat melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

Penulis MG25 Carolina Yuniati

Editor : Dwi Siswanto
#truk tni #Ledakan di Tol Gempol #Tol Gempol #gugur #prajurit kostrad