HALO JEMBER - Sebagian Jamaah Haji Indonesia telah berangkat ke tanah suci untuk menunaikan ibadah haji yang selama ini mereka tunggu-tunggu. Namun, ada satu jamaah haji yang cukup mengejutkan. Karena ingin pulang.
Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kecamatan Suela, Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) itu menangis meminta pulang ke rumahnya setelah tiba di asrama haji, Mataram.
Kondisi ini pun sangat kontras. Sebab, waktu tunggu jamaah haji di wilayah NTB itu cukup lama yaitu 32 tahun.
Nama jamaah haji tersebut, Nurseh (71), tergabung dalam Kelompok Penerbangan (Kloter) empat.
Saat di Asramah Haji Mataram, Nurseh menunjukan aktifitas yang tidak wajar.
Nurseh meminta pulang karena memikirkan dan tidak ingin meninggalkan cucunya di rumah. “Saya kasihan cucu saya di rumah,” katanya.
Selain alasan memikirkan cucunya, jemaah calon haji asal Lombok Timur itu juga meminta pulang karena kepikiran tidak ada uang pegangan untuk ongkos berangkat ke Makkah.
“Saya kepikiran tidak ada uang untuk ongkos saya,” ujarnya.
Melihat situasi ini, petugas haji baik dari Kabupaten Lombok Timur maupun dari Kanwil Kemenag NTB, tidak tinggal diam atau hanya menjadi penonton.
Mereka satu per satu berusaha menjelaskan dengan sebaik mungkin, memberikan pengertian dengan bahasa yang mudah dipahami dan mengerti oleh Nurseh.
Mereka mendengarkan dengan empati, memberikan dukungan, dan menawarkan bantuan tanpa meremehkan perasaan yang dialami Nurseh.
Karena situasi ini juga, petugas haji langsung mendata dan memasang kalung ID Card agar Nurseh mudah dikenali. Dengan usianya yang cukup renta, membuat petugas harus memantau kondisi kesehatannnya secara berkala.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3KL) Dinas Kesehatan (Dikes) Lombok Timur Budiman mengatakan situasi seperti ini memang kerap terjadi, di momen keberangkatan haji.
“Perasaan ingin pulang, kadang ada yang mengalami dimensia, ini memang selalu ada,” terangnya.
Perasaan bingung dan cemas dengan lingkungan yang baru adalah hal yang normal yang serring dialami jamaah.
Editor : Dwi Siswanto